Ancaman Ebola Bayangi Piala Dunia 2026: AS, Meksiko dan Kanada Siaga
AS, Meksiko, dan Kanada memperketat langkah kesehatan jelang Piala Dunia 2026 menyusul wabah Ebola di Afrika.-(Ilustrasi/ Istimewa)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Wabah Ebola yang sedang melanda sejumlah wilayah Afrika membayangi persiapan Piala Dunia FIFA 2026.
Menyikapi ancaman tersebut, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sepakat menerapkan langkah kesehatan terkoordinasi untuk mengantisipasi risiko masuknya virus ke kawasan Amerika Utara.
Langkah itu diumumkan ketika ketiga negara tengah bersiap menyambut jutaan wisatawan, suporter, atlet, dan ofisial yang akan menghadiri ajang sepak bola terbesar di dunia pada Juni 2026 mendatang.
"Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat menyambut dunia ke Amerika Utara," demikian isi pernyataan trilateral tersebut, dikutip Antara, Sabtu, 30 Mei 2026.
BACA JUGA: Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia: Dirujak Netizen, Sudah Satu Level sama Timnas Indonesia
Selain menjaga kesehatan publik, langkah tersebut juga bertujuan memastikan aktivitas perjalanan dan perdagangan lintas batas tetap berjalan dengan aman selama persiapan hingga pelaksanaan turnamen.
Sebagai bagian dari kebijakan pencegahan, Kanada mengambil langkah lebih ketat dengan melarang warga dari Republik Demokratik Kongo (RDK), Uganda, dan Sudan Selatan memasuki wilayahnya selama 90 hari.
Kebijakan yang mulai berlaku pada 27 Mei itu juga mewajibkan pendatang dari negara-negara tersebut menjalani karantina selama 21 hari.
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni dan akan menjadi edisi pertama yang diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
BACA JUGA: Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton Gratis di TVRI, UMKM Bebas Gelar Nobar
WHO Soroti Tingginya Risiko Kematian Ebola
Kekhawatiran negara-negara tuan rumah Piala Dunia muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap wabah Ebola yang sedang terjadi di Afrika.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa virus Ebola galur Bundibugyo yang saat ini mewabah memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.
Pejabat teknis program kedaruratan kesehatan WHO, Anais Legand, mengatakan berdasarkan pengalaman wabah sebelumnya, tingkat kematian pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut berkisar antara 30 hingga 50 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

