Utamanya di bagian-bagian yang pasti retak ketika bangunan itu berubah. Seperti sambungan lantai dari pelataran ke toilet. Termasuk dinding-dindingnya.
Bangunan itu memang tidak sepenuhnya disemen. Hanya bagian bawah saja yang disemen. Bagian atasnya terbuat dari kayu ulin.
Pondasi dan lantainya juga dari kayu ulin. Hanya lantai dipasang keramik untuk mempercantik tampilannya.
BACA JUGA:Saling Klaim Masalah Jembatan, Lansia di Balikpapan Ini Malah Nyabet Tetangganya Pakai Parang
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Eko Mashudi mengatakan, dalam waktu dekat akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Nanti kami sampaikan ke mitra kerjanya yaitu Kodim 0908 Bontang,” ucap Eko.
Sementara itu, Danramil 0908-01 Bontang Lettu Arh Yohanes Bay tidak terlalu banyak komentar terkait informasi tersebut. Ia mengaku, akan mendatangi lokasi tersebut untuk melihat langsung kondisi yang terjadi.
“Sore nanti saya kesana. Nanti saya cek,” ucapnya singkat.
Dalam proyek tersebut, Lettu Arh Yohanes Bay merupakan koordinator pengerjaannya.
BACA JUGA:Disdag Balikpapan Pastikan Stok Pangan Masih Aman, Meski Harga Cabai dan Daging Naik
Ia yang memimpin langsung pengerjaan pelataran termasuk infrastruktur pelengkapnya sampai selesai.
Renovasi pelataran itu dilakukan dalam dua tahap. Pada 2024, pemerintah kota Bontang memulai tahapan pertamanya.
Di tahun itu dialokasikan Rp 12,4 miliar untuk renovasi seluruh pelataran.
Kemudian, tahap kedua pembangunan dilakukan 2025. Pengerjaannya khusus untuk membangun infrastruktur penunjang. Seperti kios, musalah, toilet dan dermaga. Alokasi anggarannya sebesar Rp 5 miliar.