"Pada malam Lebaran bahkan bisa mencapai hampir 800 ton, atau hampir dua kali lipat dari volume harian normal," ungkapnya.
BACA JUGA: Otorita IKN Terapkan Manajemen Sampah Berbasis Teknologi, Plastik Bisa Ditukar Tabungan Emas
BACA JUGA: Mampu Olah 500 Ton Sampah Perhari, PT KAS Klaim Teknologi Pirolisis Cukup Ramah Lingkunga
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH menyiapkan skema penambahan ritase armada. Dalam kondisi normal, satu truk melakukan dua kali pengangkutan per hari.
Saat lebaran, ritase dapat meningkat menjadi empat hingga enam kali, menyesuaikan kondisi lapangan.
"Kalau normal dua ritase, nanti bisa empat sampai lima, bahkan enam ritase. Kami siapkan pengangkutan ekstra agar tidak ada penumpukan," tegasnya.
Selain armada, jam kerja petugas kebersihan juga akan ditambah melalui sistem lembur.
BACA JUGA: Balikpapan Utara Resmi Punya TPST, Sampah Anorganik Diolah Jadi Produk Bernilai
BACA JUGA: Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Dinilai Tersendat, Wahyullah Soroti Antara Kebijakan dan Realitas
"Ada jam ekstra untuk petugas. Kami pastikan kebersihan kota tetap terjaga saat masyarakat merayakan Lebaran," tutup Sudirman.
Dengan pola produksi sampah yang masih stabil di awal Ramadan, fokus DLH saat ini adalah memastikan sistem pengangkutan dan pengurangan di sumber tetap berjalan, agar lonjakan tahunan saat Lebaran tidak membebani TPA secara ekstrem.