Program Rp150 Juta per RT di Kukar segera Cair Akhir Februari 2026

Rabu 25-02-2026,07:08 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Hariadi

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memastikan program Rp150 juta per RT akan mulai dikucurkan pada akhir Februari 2026. 

Program bertajuk RT Ku Terbaik itu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan terkecil, dengan skema anggaran Rp150 juta per RT. 

Program ini difokuskan pada peningkatan kesejahteraan, penguatan ketahanan sosial, serta pengurangan kesenjangan ekonomi antarwarga.

“Program RT Ku Terbaik adalah program pemberdayaan di tingkat RT dengan usulan anggaran sebesar Rp150 juta, dan Insya Allah akan kita kucurkan di akhir Februari ini,” ujar Aulia Rahman Basri, pada Selasa, 24 Februari 2026.

BACA JUGA: Mulai Bulan Ini, Dana Rp 150 Juta Per RT Digelontorkan Lewat Kecamatan

BACA JUGA: Anggota DPRD Kukar Ingatkan Risiko Hukum Dana RT Rp150 Juta

Ia menjelaskan bahwa saat ini regulasi program tersebut masih dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan daerah. 

“Secara payung hukum masih di Kementerian untuk proses harmonisasi. Dan ketika peraturan ini selesai, Insya Allah akan segera kita luncurkan secara resmi,” tegasnya.

Aulia menyampaikan bahwa dana Rp150 juta per RT itu dirancang untuk menekan kesenjangan ekonomi di tingkat lingkungan, sehingga jarak antara warga kurang mampu dan warga yang lebih sejahtera dapat semakin diperkecil melalui program-program yang tepat sasaran dan dirumuskan langsung sesuai kebutuhan masing-masing RT.

“Kita ingin dengan program Rp150 juta per RT ini kesejahteraan meningkat dan gap antara warga miskin dan warga yang lebih mampu di masing-masing RT bisa kita rendahkan,” ungkapnya optimistis.

BACA JUGA: Wabup Kukar Jamin Program Rp150 Juta per RT Berjalan Tanpa Celah Korupsi 

BACA JUGA: Aplikasi Kukar Siap Kerja Jadi Sistem Digital Terpadu, Perusahaan Bisa Akses Database Tenaga Kerja Terlatih

Menurutnya, konsep pembangunan berbasis RT akan membuat intervensi pemerintah lebih terasa karena pengurus RT dan masyarakat setempat paling memahami kondisi riil di lapangan, termasuk siapa saja warga yang membutuhkan bantuan mendesak dan bentuk dukungan apa yang paling tepat diberikan.

“Kita berharap program ini bisa memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masyarakat kita, terutama di tingkat RT, karena dari situlah pondasi kebersamaan dan kepedulian sosial dibangun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aulia memaparkan bahwa dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan nonformal di lingkungan RT, seperti penyediaan guru ngaji maupun guru les bagi anak-anak, yang pembiayaannya bisa dialokasikan dari dana program tersebut sesuai kesepakatan warga.

Kategori :