Selama Ramadan, skema distribusi makanan akan bergeser ke bentuk kemasan kering untuk dibawa pulang. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko tetap ada, terutama dalam proses produksi di tingkat UMKM.
BACA JUGA: Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Dugaan Keracunan MBG di Waru
BACA JUGA: Sekda PPU Tegaskan Kemitraan MBG pada Bahan Mentah, Bukan Menu Jadi
"Mungkin tidak pakai sarung tangan, atau ada yang jatuh makanan tetap dipungut. Jangan sampai ada pikiran kecil kemungkinan keracunan, lalu kita lengah. Alasannya memberdayakan UMKM, tapi kalau anak-anak gejala dugaan keracunan, kan kasihan," jelasnya.
Andi juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila kejadian serupa terulang.
"Kalau ada lagi, saya pastikan Polres harus turun dan menangkap SPPG itu. Itu sudah masuk pidana karena ada unsur kesengajaan. Sudah tahu risikonya tapi tetap lalai," pungkas Andi.
Diketahui, dugaan keracunan terjadi pada siswa SDN 008 Waru dan SMAN 2 Waru dengan gejala mual, muntah, sakit perut, dan sesak napas setelah mengonsumsi menu MBG.
BACA JUGA: Dinkes Kaltim Setop Sementara SPPG Waru, Usai 25 Pelajar PPU Diduga Keracunan Menu MBG
BACA JUGA: Puluhan Siswa SDN 008 Waru Diduga Keracunan usai Konsumsi Puding Menu MBG
Saat ini, sampel makanan seperti telur, sayur, buah, tahu, dan puding masih menjalani uji laboratorium oleh Polres PPU untuk memastikan penyebabnya.
Disdikpora PPU menyatakan terus melakukan monitoring ke sekolah dan delapan SPPG yang telah beroperasi guna memastikan pengawasan berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, operasional SPPG Waru dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan selesai.