JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Untuk menunjang kelancaran arus mudik dan arus balik pada Hari Raya Idulfitri tahun 2026 ini, PT KAI menyiapkan 660 ribu seat kereta api tambahan selama Angkutan Lebaran.
Demikian disampaikan VP Corporate Communication KAI Anne Purba ketika Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idulfitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.
Anne mengatakan, tiket tambahan tersebut mulai dibuka pada 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB.
“Tiket kereta api tambahan mulai dapat dipesan melalui platform penjualan resmi seperti aplikasi Access by KAI, mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB,” kata Anne.
KAI mencatat hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 848.188 tiket kereta api reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026, memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
Baca Juga: BPH Migas Sidak Kapal di Dermaga Samarinda: 13 Armada Kantongi Izin Sementara, Siap Berlayar ke Hulu
Berdasarkan data sementara, volume pemesanan tertinggi tercatat pada 24 Maret 2026 (69.724 tiket), disusul 23 Maret (68.904 tiket), 19 Maret (66.201 tiket), dan 18 Maret (64.127 tiket). Di luar tanggal tersebut, ketersediaan tiket masih terbuka.
Relasi favorit sementara didominasi koridor utama Jawa seperti Gambir–Yogyakarta, Gambir–Semarang Tawang, dan Pasarsenen–Lempuyangan, yang mencerminkan peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota saat mudik.
“KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idulfitri 2026. Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” tutup Anne.
DISKON 30 PERSEN
Tidak hanya itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam Konferensi Pers tersebut, menyampaikan bahwa pemerintah mengoptimalkan perjalanan masyarakat melalui kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idulfitri.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong pariwisata, serta menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Lonjakan Wisata Berau 2025 Tembus 782 Ribu Kunjungan, Derawan Masih Primadona
Berdasarkan evaluasi pemerintah, mobilitas masyarakat pada Lebaran dan Idulfitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sementara libur Natal dan Tahun Baru tercatat 110,43 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11 persen.
Atas dasar tersebut, pada 2026 pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN.
Untuk moda kereta api, pemerintah menetapkan diskon tarif sebesar 30 persen bagi perjalanan pada periode 14–29 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat dan keterkelolaan mobilitas nasional selama Lebaran.