BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Bulan Suci Ramadan sudah dekat. Jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pastinya akan mengalami penyesuaian.
Meski begitu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan tidak akan mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
Walau, di sisi lain, pemerintah kota (Pemkot) Bontang masih menunggu surat dari pemerintah pusat, terkait penyesuaian jam kerja ASN sepanjang bulan Ramadan.
Pengalaman dari tahun lalu, politisi partai Gerindra ini menjelaskan, surat itu keluar mendekati bulan Ramadan.
BACA JUGA:Tidak Ingin Kejadian Anak Bunuh Diri di NTT Terjadi, Ini yang Dilakukan Pemkot Bontang
Biasanya, jam kerja selama bulan puasa menjadi lebih singkat. Mulai pukul 08.00 Wita hingga 15.00 Wita.
“Pengawasan selama puasa memang ada keterbatasan. Karena waktu pelayanan juga lebih sempit. Karena itu kita menunggu arahan resmi dari Ibu Wali Kota Bontang,” kata Agus Harus, Minggu 8 Februari 2026.
BACA JUGA:Polisi Jaga Perempatan Jalan untuk Mencegah Kecelakaan
Ia menekankan, keterbatasan jam kerja harus diimbangi dengan perencanaan yang matang.
Volume pekerjaan selama Ramadan, kata dia, seharusnya sudah diantisipasi sejak awal. Tujuannya agar target kerja tetap tercapai.
“Kalau kita lihat dalam satu tahun ada 12 bulan. Maka, 30 hari di bulan puasa itu memang harus dipersiapkan khusus."
BACA JUGA:110 CPNS di Bontang Tes Urine, 1 Orang Positif Menggunakan Obat Mengandung Prekusor Narkotika
"Pekerjaannya bagaimana dikejar, itu sudah harus dirancang. Kalau diakumulasi, waktu yang ada sebenarnya tetap cukup,” jelasnya.
Baginya, puasa tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan performa kerja.
Justru, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan integritas dalam bekerja.