Lefundes Sebut Perubahan Permainan di Babak Kedua Kunci Kemenangan Borneo FC
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes (dua dari kanan) saat konferensi pers usai pertandingan di Bandarlampung, Sabtu (7/2/2026).-IST/Bhayangkara Presisi Lampung FC-
BANDARLAMPUNG, NOMORSATUKALTIM - Perubahan permainan pada babak kedua saat melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi kunci kemenangan Borneo FC.
Demikian diungkapkan pelatih Borneo FC Fabio Lefundes saat konferensi pers usai pertandingan di Bandarlampung, Sabtu, 7 Februari 2026.
"Pertandingan tadi berjalan tidak mudah sejak awal. Bahkan kami ke kebobolan satu gol di menit-menit akhir sebelum turun minum, namun babak kedua Borneo bangkit hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan," katanya dikutip dari Antara.
Lefundes menilai penampilan anak asuhnya pada babak pertama tidak terlalu bagus sehingga kecolongan lewat gol Privat Mbarga.
BACA JUGA: Laga Tandang, Borneo FC Berhasil Tumbangkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan Skor 1-2
BACA JUGA: Manajemen Borneo FC Bantah Isu Hengkangnya Mariano Peralta
Namun, katanya, semua pemain Pesut Etam menunjukkan permainan pantang menyerah dan bekerja sangat keras hingga akhir pertandingan yang berbuah tiga poin.
"Saya apresiasi anak-anak tadi sangat bekerja keras. Terlebih di babak mereka tampil lebih agresif dan kembali seperti performa Borneo di putaran pertama,” katanya.
Dia menekankan pentingnya menjaga konsistensi pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 ini, mengingat Borneo FC saat ini berada di papan atas klasemen dan bersaing ketat dengan Persib Bandung yang juga semakin kuat.
"Kami harus terus konsisten dalam perburuan gelar juara bersama Persib Bandung yang semakin kuat di putaran kedua ini," ujarnya.
BACA JUGA: Fabio Lefundes Puas dengan Kerja Keras Pemain Borneo FC, usai Taklukkan PSIM 2-1
Namun, Lefundes juga menyoroti kepemimpinan wasit dalam pertandingan melawan Bhayangkara yang kurang tegas dalam mengambil keputusan.
"Kami tidak bermaksud memprotes, namun ada beberapa keputusan yang seharusnya bisa lebih tegas, terutama terhadap aksi-aksi yang dinilai terlalu agresif di lapangan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antaranews

