“Ini baru langkah awal yang penting untuk pengoperasian TPA ke depan, sambil menunggu dukungan anggaran lanjutan,” katanya.
Diketahui, untuk menyelesaikan pembangunan TPA Pegat Bukur secara menyeluruh dibutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit, dengan estimasi mencapai hingga Rp150 miliar.
Realisasi pembangunan tersebut sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.
Sambil menunggu kelanjutan pembangunan TPA Pegat Bukur, Pemkab Berau menyiapkan solusi sementara dengan memanfaatkan lahan hibah dari pihak ketiga sebagai lokasi pembuangan sampah alternatif.
BACA JUGA:Berau Miliki Spot Selam Kaniungan yang Indah, Namun Terkendala Minim Penyelam Bersertifikasi
Langkah ini ditempuh untuk mengurangi beban TPA Bujangga yang saat ini sudah berada dalam kondisi overload.
Menurut Decty, pembenahan sistem pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung operasional RSUD Tanjung Redeb.
Meski keuangan daerah tengah mengalami penyesuaian, komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan TPA tetap berjalan.
“Ini hanya soal waktu dan kesiapan anggaran. Pemkab sudah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan sampai TPA Pegat Bukur siap beroperasi secara permanen,” tegasnya.
Ia menargetkan kelanjutan pembangunan TPA Pegat Bukur dapat dilakukan lebih optimal pada 2027.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu menggantikan peran TPA Bujangga sekaligus meminimalkan dampak lingkungan di sekitar kawasan RSUD Tanjung Redeb.
“Pemindahan TPA ini merupakan bagian dari penataan kota dan perbaikan lingkungan."
"Prosesnya secara bertahap dan dipersiapkan matang supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.