SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Nisfu Syaban jatuh pada pertengahan bulan Syaban dalam penanggalan hijriah. Banyak keutamaan dan keistimewaan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, mengenai malam dan hari nisfu syaban.
Di antaranya hadis berikut:
“Pada malam pertengahan bulan Syaban (nisfu Syaban), ditulis semua anak yang dilahirkan dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu juga ditulis semua orang yang celaka dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini."
"Dan pada malam itu diangkat semua amal perbuatan mereka, serta pada malam itu juga diturunkan rezeki mereka.” (HR. Al-Baihaqi).
BACA JUGA: Mulailah Memberi Apresiasi, karena Itu Ajaran Islam dan Ciptakan Lingkungan Kerja yang Baik
Dikutip dari nuonline, hadis ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak keistimewaan yang Allah letakkan di bulan Syaban, khususnya pada malam nisfu Syaban.
Anak yang akan dilahirkan, orang-orang yang akan menghadapi kematian, orang-orang yang akan celaka, rezeki yang akan diterima, hingga diangkatnya amal perbuatan, semua terjadi pada malam yang mulia tersebut.
Jika malam nisfu Syaban dinilai sebagai malam yang penuh kemuliaan, maka siang harinya pun tentu memiliki nilai yang tak kalah istimewa.
BACA JUGA:Cara Mengatur Keuangan dalam Islam Agar Berkah dan Tidak Boros
Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan momen tersebut dan membiarkannya berlalu begitu saja tanpa ada peningkatan kualitas ibadah dan amal kebaikan yang dilakukan.
Adapun ibadah yang bisa dilakukan pada nisfu Syaban adalah dengan menghidupi malam tersebut dengan memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, memperbanyak shalawat kepada Rasulullah, dan memperbanyak doa. Sementara di siang harinya dengan melaksanakan puasa sunnah.
Hal ini sebagaimana salah satu riwayat yang dicatat oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, yang berasal dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Jika tiba malam nishfu Syaban, maka hidupkanlah malamnya dengan ibadah dan berpuasalah di siang harinya. Karena sesungguhnya Allah turun pada malam itu, sejak matahari terbenam ke langit dunia."
"Lalu Dia berfirman, ‘Adakah orang yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang memohon rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberinya rezeki. Adakah orang yang sedang diuji? Maka Aku akan menyembuhkannya? Adakah begini, adakah begini?’ Hingga terbit fajar,” (HR. Ibnu Majah).
BACA JUGA:Tak Dijual di Apotek, Memaafkan dalam Islam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh