Amerika Serikat Siapkan Skenario Serangan Militer ke Iran

Sabtu 31-01-2026,22:15 WIB
Reporter : Didik Eri Sukianto
Editor : Didik Eri Sukianto

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Pentagon dan Gedung Putih telah menyusun rencana dan skenario bersama mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran.

Demikian dilansir Antara dari Wall Street Journal pada Sabtu, 31 Januari 2026 dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Surat kabar tersebut menyebutkan, kenario tersebut mencakup apa yang disebut sebagai “rencana besar”, yakni skenario serangan Amerika Serikat terhadap lembaga dan fasilitas pemerintah yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam dalam rangkaian kampanye pemboman berskala luas.

Opsi yang lebih terbatas adalah serangan terhadap target pemerintah yang bersifat simbolis, yang dinilai masih memberi ruang bagi peningkatan eskalasi jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, tambahnya.

BACA JUGA: Indonesia Tegaskan Sikap Nonblok di Tengah Isu Akuisisi Greenland oleh AS

Namun, AS masih merahasiakan tujuan strategisnya dan tidak memberikan informasi rinci, sebut surat kabar itu.

Diketahui, pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, “armada besar” sedang menuju Iran, seraya menambahkan bahwa ia berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan “adil dan merata” yang melibatkan penghentian total senjata nuklir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman (KBS) memperingatkan, bahwa Iran akan semakin kuat jika Presiden AS Donald Trump tidak menindaklanjuti ancamannya, menurut laporan media.

Media Axios melaporkan, KBS, orang kepercayaan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), menyampaikan peringatan itu dalam pengarahan tertutup di Washington di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

BACA JUGA: Lula Sebut Donald Trump Berupaya Menjadi Pemilik Tunggal PBB Baru yang Diciptakannya

Menurut portal berita AS itu, pernyataan KBS menunjukkan adanya pergeseran sikap publik Arab Saudi yang selama ini menekankan kehati-hatian dan memperingatkan bahaya eskalasi konflik dengan Iran.

Tiga pekan lalu, MBS dikabarkan mendesak Trump untuk menghindari aksi militer karena berisiko memicu konflik yang lebih luas di kawasan. Peringatan itu disebut-sebut ikut memengaruhi Trump untuk menunda serangan.

Axios menyebutkan, tidak ada perundingan langsung yang serius antara AS dan Iran saat ini. Para pejabat AS mengatakan Teheran tampak tidak bersedia menerima tuntutan Washington.

KBS menggelar pertemuan di Gedung Putih pada Kamis, 29 Januari 2026 dengan sejumlah pejabat senior AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.

BACA JUGA: Klaim atas Greenland, AS Didesak Patuhi Piagam PBB

Kategori :