Transaksi Tunai Masih Dominan Jelang Lebaran, BI Balikpapan Pasang 'Kuda-kuda'

Sabtu 31-01-2026,07:00 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Hariadi

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Bank Indonesia (BI) Balikpapan meningkatkan kesiapsiagaan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 seiring masih dominannya transaksi tunai di masyarakat, yang berpotensi mendorong lonjakan permintaan uang kartal dalam waktu singkat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan peningkatan konsumsi musiman hampir selalu diikuti naiknya kebutuhan uang tunai, terutama pecahan kecil, untuk belanja rumah tangga, tradisi berbagi, dan aktivitas perdagangan ritel.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan uang kartal meningkat signifikan. Tanpa pengaturan layanan penukaran, tekanan terhadap distribusi uang bisa terjadi,” ujar Robi Ariadi saat bincang media, Kamis (29/1/2026).

Menurut BI Balikpapan, tingginya kebutuhan uang tunai tidak hanya berdampak pada ketersediaan fisik uang, tetapi juga pada kelancaran sistem pembayaran secara keseluruhan. 

BACA JUGA: Komisi II DPRD Balikpapan Temukan Ketidaksesuaian Penerapan Pajak di Sejumlah THM

BACA JUGA: BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa, Jangkau 5.245 Desa BRILiaN

Dalam beberapa tahun terakhir, antrean panjang penukaran uang dan munculnya jasa penukaran non-resmi kerap terjadi pada periode jelang hari besar keagamaan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BI Balikpapan menyiapkan layanan penukaran uang melalui perbankan, jaringan ritel, serta kas keliling yang menjangkau titik-titik aktivitas masyarakat. 

Skema ini ditujukan untuk mendistribusikan uang secara lebih merata dan menghindari penumpukan permintaan di satu lokasi.

Di sisi lain, BI mencatat penggunaan uang tunai masih sangat dominan pada periode musiman, meskipun upaya digitalisasi sistem pembayaran terus didorong.

BACA JUGA: Balikpapan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026

BACA JUGA: Pabrik Amonia Kaltim 2 Selesai Peremajaan, Biaya Operasional Hemat Rp200 M per Tahun

“Pada periode tertentu, penggunaan uang tunai masih sangat dominan. Ini yang perlu diseimbangkan agar sistem pembayaran tetap berjalan efisien,” tuturnya.

BI menilai keseimbangan antara transaksi tunai dan non-tunai penting untuk menekan lonjakan permintaan uang kartal, sekaligus menjaga stabilitas sistem pembayaran di daerah. 

Peningkatan transaksi digital diyakini dapat mengurangi kebutuhan uang fisik tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Kategori :