BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pemkab Berau berencana menyiapkan pemasangan insinerator, sebagai langkah cepat mengatasi persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir dan daerah tujuan wisata.
Hal itu diutarakan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Dia mengatakan, keberadaan sampah yang masih terlihat di pinggir jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan.
Tetapi juga berpotensi merusak citra daerah yang sedang didorong sebagai destinasi pariwisata unggulan.
“Daerah pariwisata itu harus terkenal dengan sapta pesonanya. Salah satunya bersih, indah, dan nyaman. Tapi kemarin saya dari pesisir menuju Tanjung Redeb, masih melihat sampah di pinggir jalan,” ujar Sri Juniarsih belum lama ini.
BACA JUGA:Lubang Bekas Tambang jadi Ancaman Pariwisata Berau, Bupati Minta Kampung Segera Lakukan Reklamasi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti kondisi kebersihan di sejumlah wilayah, seperti Maratua, Biduk-biduk, Talisayan, Gunung Tabur, dan Sambaliung, yang masih ditemukan sampah di sepanjang jalan meskipun sebagian daerah sudah memiliki tempat pembuangan akhir (TPA).
“Maratua itu daerah wisata. Dari masuk sudah ada sampah di pinggir jalan begitu pun dengan daerah lain yang saya lalui ketika menuju pesisir. Malu loh, makanya kami akan kami siapkan insinerator di sana,” ujar Sri Juniarsih.
BACA JUGA:15 Kampung di Berau Terima DIKA, Kampung Sumber Agung Penerima Terbesar
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena akan berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan penilaian terhadap daerah.
Ia menilai persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kampung, hingga masyarakat.
BACA JUGA:BMKG Sebut Sesar Mangkalihat dan Sangkulirang Jadi Sumber Potensi Gempa di Berau
Sebagai upaya penanganan, orang nomor satu di Bumi Batiwakkal itu berencana menyiapkan insinerator atau alat pemusnah sampah, yang akan dipasang secara bertahap di wilayah-wilayah yang dinilai rawan penumpukan sampah.
“Insinerator ini menjadi salah satu jalan pintas untuk memusnahkan sampah. Kami akan siapkan secara perlahan dan bertahap, terutama di kawasan pesisir dan daerah wisata,” ujar Sri Juniarsih.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa keberadaan insinerator tidak boleh menjadi satu-satunya solusi. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni dari rumah tangga.
Sri Juniarsih mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak awal, dengan memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dan sampah organik yang bisa diolah melalui lubang biopori.