Ia mengakui bahwa kecelakaan yang terjadi sebelumnya sangat disayangkan, terlebih menyangkut keselamatan dan nyawa manusia.
BACA JUGA:Bandara APT Pranoto Ajukan Penambahan 18 Hektare Lahan ke Pemkot Samarinda
Namun, pemerintah daerah juga harus mempertimbangkan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk pengendalian inflasi.
“Kalau kita atur waktu tanpa adanya jalan alternatif, bisa dibayangkan berapa banyak barang yang menumpuk di pelabuhan."
"Kapal tidak bisa bongkar muat, lalu dikenakan biaya demurrage. Biaya itu akan dibebankan ke harga barang, termasuk sembako, dan akhirnya berpengaruh pada inflasi,” jelasnya.
Untuk itu, Dishub Samarinda mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar lebih berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas.
“Pengendara motor kami imbau untuk lebih berhati-hati, patuhi rambu lalu lintas, dan mari berkendara dengan mengutamakan keselamatan,” tutupnya.