Yaser Arafat Syahril saat membagikan masker kain kepada warga. (ist) -- Balikpapan, diswaykaltim – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat Syahril menyebut, Pemkot Balikpapan perlu memaksimalkan sektor industri rumahan. Ini untuk menyelamatkan perekonomian warga Kota Minyak selama dan setelah adanya virus corona. Kata Yaser, kebijakan pengetatan sosial saat ini sudah tepat. Tapi harus mempertimbangkan aspek sosial. Ia mencontohkan pemerintah pusat yang mengubah kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai dana alokasi khusus (DAK) berbentuk fisik dan bangunan, dialihkan untuk kesehatan. "Balikpapan juga bisa mengambil kebijakan seperti itu," ujarnya, Selasa (31/3). Distribusi sembako, kata ia, harus terjamin. Begitu juga dengan perputaran roda ekonomi warga menengah ke bawah. "Perekonomian masyarakat harus tetap berjalan dengan melihat peluang dan kebutuhan," ucap komisaris PT Anugerah Jaya Group, tersebut. Yaser menilai saat ini permintaan masker, alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan penunjang lainnya cukup tinggi. Sebut Yaser, pemkot bisa memberdayakan sektor mikro untuk memenuhi kebutuhan itu. "Beri pelatihan via online kepada pelaku usaha. Nanti pemkot yang beli menggunakan pengalihan anggaran itu," ujar bakal calon wali kota Balikpapan itu. Selama ini, lanjutnya, APBD Balikpapan senilai Rp 2,4 triliun sudah lebih dari cukup untuk dimanfaatkan. Bukan hanya untuk penanggulangan corona, tapi juga untuk memberikan insentif kepada pengusaha yang terdampak. Yaser dan para pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat Yaser, sudah lebih dulu memberdayakan warga Balikpapan membuat 40 ribu masker kain. Masker itu dibagikan bertahap dan dibatasi dengan memanfaatkan registrasi online. Supaya tidak menimbulkan kerumunan orang banyak. "Tim mendata online, nanti kami yang datangi warga," ujarnya. Sampai saat ini, Yaser sudah mendistribusikan 10 ribu masker kain. Terutama untuk pedagang dan pelaku usaha kecil. Sedangkan sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Semua biaya ditanggungnya sendiri. "Kami berdayakan emak-emak Balikpapan. Jumlah penjahit kami bisa memproduksi 1.000 lembar perhari," ungkapnya. (ryn/hdd)
Pemkot Harus Berdayakan Sektor UMKM yang Terdampak
Rabu 01-04-2020,20:56 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,08:31 WIB
Aturan Baru Pengisian Biosolar di Balikpapan Mulai 1 September: Truk Wajib Ikuti Ganjil-Genap
Selasa 25-08-2026,16:35 WIB
Tarif Terbaru Ruko Mal Lembuswana Capai Rp 120 Juta per Tahun
Selasa 25-08-2026,12:00 WIB
Asap Karhutla Bawa Ancaman bagi Penderita Asma, Ini Saran Dokter
Selasa 25-08-2026,10:34 WIB
Karhutla Berulang hingga 1.511 Hektare, Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan di Kalimantan
Selasa 25-08-2026,11:00 WIB
Pemkot Balikpapan Tambah 5 SPBU Layani Pertalite, Pertamina: Kuota Masih Sama
Terkini
Rabu 26-08-2026,07:00 WIB
Logika Merdeka Bernegara (2): Lokalitas dan Nasionalitas
Rabu 26-08-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 Agustus 2026, Cek di Sini!
Selasa 25-08-2026,22:41 WIB
Siap Bantu Jika Diperlukan, Malaysia Apresiasi Tindakan Cepat Indonesia Tanggulangi Karhutla
Selasa 25-08-2026,22:11 WIB
Karhutla di Balikpapan Capai 28 Titik, Penyebabnya Bukan Aktivitas Buka Lahan tapi Dipicu Hal Ini
Selasa 25-08-2026,22:00 WIB