"Itu jalan yang putus di Kubar, bukan jembatan. Jalan nasional, APBN. Dan itu sudah dikerjakan. Saya kemarin pagi dapat informasi, langsung saya komunikasi dengan Kepala Balai BBPJN, Pak Yudi," kata Ekti.
Jalan Siluq Ngurai, Kutai Barat yang ambles usai diguyur hujan deras.-(Ist./ Dok. Polres Kubar)-
BACA JUGA: Jalan Kubar-Mahulu Putus Total, BBPJN Kaltim: Tahun Ini Kami Akan Ajukan Desain ke Pusat
BACA JUGA: Rusak dan Berlumpur, Akses Jalan Kubar-Mahulu Semakin Mempersulit Mobilitas Warga
Saat ini, perbaikan jalan nasional tersebut tengah berlangsung. Sementara itu, arus lalu lintas dari Samarinda menuju Kutai Barat dialihkan melalui jalur alternatif.
Namun, Ekti menilai jalur tersebut kurang ideal karena jarak tempuh yang lebih jauh dan kondisi jalan yang terbatas.
"Sekarang lagi dikerjakan dan evakuasinya lewat jalan alternatif. Jalannya lumayan memutar dan kondisinya tentu tidak sebagus jalan nasional. Padahal ini betul-betul urat nadi," terang Ekti.
Terkait target penyelesaian perbaikan jalan nasional tersebut, Ekti berharap pengerjaan dapat dilakukan secepat mungkin mengingat peran vitalnya bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
BACA JUGA: 53 Kilometer Jalan Kubar-Mahulu Masuk Wewenang Provinsi
BACA JUGA: Masih Abu-Abu, Ekti Imanuel Minta Status Jalan Kubar-Mahulu Diperjelas
"Target juknisnya saya tidak tanya detail, tapi prinsipnya lebih cepat lebih bagus. Kita harapkan paling lambat satu minggu selesai. Karena harus mengubah salah satu gorong-gorong dan diganti gorong-gorong beton yang lebih kuat," jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun tersedia beberapa jalur alternatif lain, seperti melalui Mook Manaar Bulatn dan jalan Hutan Tanaman Industri (HTI), akses tersebut tetap tidak ideal, terutama bagi kendaraan bertonase besar.
"Jalan alternatif itu, namanya juga alternatif, bisa dilewati tapi tidak ideal. Alat-alat besar tidak bisa lewat jalan seberang itu. Urat nadinya tetap jalan nasional. Jadi, harus secepatnya bisa selesai," tutup Ekti.