“Korban melaporkan kapal mengalami kerusakan pada bagian lambung hingga terjadi kebocoran dan meminta bantuan evakuasi,” ujarnya.
Kondisi tersebut menurut Dwi memicu kepanikan karena kapal tidak lagi dalam keadaan aman untuk bertahan di laut.
BACA JUGA:Dishub Balikpapan Tambah Posko untuk Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas Akhir Tahun
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan segera melakukan koordinasi dan menyiapkan unsur SAR.
“Satu SRU kami berangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 05.10 Wita menggunakan Rubber Boat Basarnas,” kata Dwi.
Ia mengatakan bahwa perkiraan tiba di lokasi kejadian atau Estimated Time of Arrival (ETA) adalah pukul 06.40 WITA.
Dalam operasi ini, tim SAR menggunakan sejumlah peralatan utama dan pendukung, antara lain Rubber Boat Basarnas (RBB), peralatan SAR air, peralatan komunikasi, serta peralatan medis untuk penanganan awal korban.
“Peralatan tersebut disiapkan untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan aman dan efektif,” jelasnya.
BACA JUGA:48 Narapidana Kristen di Lapas Balikpapan Terima Remisi Natal 2025, 1 Orang Langsung Bebas
Kondisi cuaca di sekitar lokasi pada waktu kejadian dilaporkan hujan, dengan tinggi gelombang sekitar 0,4 meter, kecepatan angin 14 kilometer per jam dari arah barat, serta arus laut sekitar 0,2 knot mengarah ke timur.
“Hingga saat ini tidak terdapat faktor penghambat signifikan dalam pelaksanaan operasi SAR,” ungkapnya.
“Kantor SAR Balikpapan juga mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar memastikan kondisi kapal laik laut serta memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut guna menghindari kejadian serupa,” pungkas Dwi.
(Chandra)