Tongkang Tabrak Jembatan Mahulu di Luar Jadwal Pemanduan Resmi

Sabtu 27-12-2025,13:59 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Yos Setiyono

BACA JUGA: Pilar VI Rusak Usai Ditabrak Tongkang, KSOP Batasi Lalu Lintas Sungai di Bawah Jembatan Mahulu

Namun, ia membenarkan bahwa nahkoda kapal terkait telah dimintai keterangan pada hari kejadian.

"Setahu kami, nahkoda kapal sudah dimintai keterangan pada hari itu juga. Untuk petugas pandu, sampai sekarang belum ada permintaan keterangan dari instansi terkait,"ucap Ali.

Ia juga menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap nahkoda dilakukan oleh pihak berwenang, meski dirinya belum dapat memastikan secara detail apakah pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

"Kalau KSOP, saya belum terkonfirmasi. Tapi setahu saya, di hari pertama memang ada pemeriksaan terhadap nahkoda," Sambung Ali.

BACA JUGA: Jembatan Mahulu Ditabrak Tongkang, Dishub Kaltim Tunggu Hasil Investigasi Teknis PU Terkait Status Keamanan

Ali menegaskan, seluruh aktivitas pemanduan Pelindo dilaksanakan berdasarkan jadwal resmi yang tercatat dalam sistem aplikasi internal perusahaan dan mengacu pada work instruction yang berlaku.

"Semua kegiatan pemanduan itu tercatat dalam aplikasi, dan dasar pelaksanaannya mengacu pada SOP serta work instruction. Jadi tidak mungkin ada pemanduan di luar jam operasional," Tuturnya.

Adapun, Sejak menerima laporan kejadian pada Selasa 23 Desember 2025 sekitar pukul 05.30 Wita, Pelindo Regional IV Samarinda bersama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) langsung melakukan langkah penanganan dan evakuasi terhadap tongkang bermuatan batu bara yang terlibat insiden.

"Kami segera berkoordinasi dengan SPJM, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan setempat untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan tidak mengganggu alur pelayaran di Sungai Mahakam," pungkasnya.

BACA JUGA: Breaking News! Kapal Ponton Tabrak 2 Pilar Jembatan Mahulu Samarinda

General Manager Pelindo Regional IV Samarinda, Capt. Suparman, mengatakan pihaknya langsung menurunkan dukungan operasional setelah menerima informasi kejadian.

"Sejak awal kami berkoordinasi dan menurunkan dukungan operasional yang dibutuhkan. Keselamatan jembatan, pengguna sungai, dan masyarakat sekitar menjadi prioritas utama. Seluruh proses evakuasi dilakukan sesuai standar keselamatan pelayaran,"kata Suparman.

Fokus penanganan diarahkan pada pengamanan struktur jembatan, keselamatan pelayaran, serta pencegahan risiko lanjutan akibat keberadaan tongkang di sekitar area Jembatan Mahakam Ulu.

Sebagai bagian dari langkah tanggap darurat, SPJM mengerahkan dua kapal tunda, yakni TB Herlin II dan TB HNJ 09, untuk menarik dan mengamankan tongkang ke lokasi labuh yang dinilai aman.

BACA JUGA: Tol IKN via Jembatan Pulau Balang Dibuka Gratis Selama Nataru

Kategori :