Bankaltimtara

Ikuti Arahan Prabowo, Kutim Bersiap Bangun Industri Sawit Terpadu lewat KEK Meloy

Ikuti Arahan Prabowo, Kutim Bersiap Bangun Industri Sawit Terpadu lewat KEK Meloy

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menempatkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Meloy sebagai prioritas utama dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, KEK Meloy diproyeksikan menjadi pusat industri pengolahan kelapa sawit yang akan memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menurutnya, arahan Presiden terkait besarnya potensi industri sawit nasional sejalan dengan visi pembangunan Kutim sebagai daerah penghasil sawit terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Sawit itu jangan hanya dihubungkan dengan minyak goreng. Sawit solusi untuk biodiesel, kosmetik, sampai kesehatan. Ada sekitar 100 turunan produk sawit. Kalau ini jadi komoditas utama, masa depan kita sangat baik,” ujar Ardiansyah, Selasa 10 Februari 2026.

BACA JUGA: KEK Maloy Masuk Radar Hilirisasi Non-Tambang Pemprov Kaltim

BACA JUGA: Pelabuhan KEK Maloy Sudah Kantongi Izin Operasi dari Pemerintah Pusat

Ia bahkan mengaku menjadi orang pertama yang bertepuk tangan saat Presiden Prabowo menyinggung potensi besar sawit Indonesia. Sebab, Kutim telah lebih dulu menyiapkan KEK Meloy sebagai motor hilirisasi industri.

“Kita sekarang menunggu kunjungan gubernur untuk evaluasi. Ketua KEK itu gubernur, jadi kita tunggu arahan selanjutnya,” tambahnya.

Ardiansyah menegaskan, Pemkab Kutim sudah mulai melakukan berbagai kajian teknis agar KEK Meloy dapat segera beroperasi optimal, termasuk penyiapan infrastruktur pendukung dan sinkronisasi program lintas sektor.

Selain KEK Meloy, pemerintah daerah juga menindaklanjuti arahan presiden terkait program seribu rumah layak huni melalui skema gentengisasi yang dinilai relevan dengan kondisi Kalimantan.

BACA JUGA: Dicari, Investor KEK Maloy, Ini Kemudahan dan Fasilitasnya

BACA JUGA: Pemkab Kutim Siapkan Perusda, Ikuti Konsorsium Pengoperasian KEK Maloy

“Yang pertama kali saya panggil itu kepala dinas terkait sehubungan program seribu rumah layak huni. Mudah-mudahan ini sudah bisa kita gunakan,” katanya.

Isu kebencanaan turut menjadi perhatian, khususnya ancaman hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Ardiansyah meminta seluruh perangkat daerah memperkuat langkah mitigasi sesuai peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: