SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda memastikan akan memantau hasil rekrutmen dari seluruh perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair Samarinda 2025.
Hal ini untuk memastikan efektivitas kegiatan tersebut bagi para pencari kerja.
Kegiatan yang berlangsung dua hari di Samarinda Central Plaza (SCP) ini resmi ditutup pada Jumat (31/10/2025) oleh Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum.
Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa Job Fair ini masih sangat dibutuhkan masyarakat.
BACA JUGA: DPRD Minta Job Fair Benar-Benar Kurangi Angka Pengangguran
BACA JUGA: Job Fair Sediakan 800 Lowongan Kerja, Tekan Pengangguran dan Serap Tenaga Kerja Lokal
“Ini luar biasa. Tandanya memang job fair ini sangat dibutuhkan. Karena di sini kita bisa mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja,” ujar Yuyum seusai penutupan kegiatan.
Berdasarkan data Disnaker Samarinda, tercatat 712 orang mendaftar kartu kuning (AK1) selama pelaksanaan job fair.
Sebanyak 26 perusahaan membuka 635 lowongan kerja untuk 64 jenis jabatan, dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 775 orang.
Yuyum menegaskan, Disnaker tidak ingin job fair hanya menjadi ajang seremonial. Karena itu, setiap perusahaan diwajibkan melaporkan hasil proses rekrutmen mereka.
BACA JUGA: Tingkat Pengangguran di PPU Capai 1.075 Orang, Pemkab Gelar Job Fair
BACA JUGA: Tekan Angka Pengangguran, Disnakertrans Kaltim Maksimalkan Peran Job Fair
“Setiap perusahaan wajib melaporkan hasil rekrutmennya. Kami ingin tahu, berapa banyak yang diterima, dan kalau ada yang tidak diterima, apa alasannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemantauan akan digunakan untuk menindaklanjuti pencari kerja yang belum lolos seleksi.
Disnaker akan mengarahkan mereka mengikuti program pelatihan keterampilan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Kalau ternyata dibutuhkan peningkatan keterampilan, kami akan prioritaskan mereka ikut pelatihan. Misalnya satu kelas berisi 16 orang, nanti kami data dan arahkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
BACA JUGA: Pedagang Mengadu ke Dewan, Ritel Modern di Samarinda Melanggar Perwali Nomor 9 Tahun 2015
BACA JUGA: Jelang Diresmikan, Satpol PP Samarinda Tertibkan Pedagang PKL di Pasar Pagi
Selain lowongan kerja, Disnaker juga membuka layanan konseling karier di lokasi kegiatan untuk membantu pencari kerja mengenali bidang pekerjaan sesuai kompetensi mereka.
“Di stan kami ada media konseling. Jadi kalau ada yang bingung, misalnya lulusan tertentu ingin tahu cocoknya di bidang apa, bisa langsung konsultasi dengan petugas fungsional kami,” kata Yuyum.
Ia berharap seluruh lowongan yang tersedia dalam Job Fair Samarinda 2025 dapat terisi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Target kami, semua lowongan terisi dan benar-benar ada yang diterima. Supaya kegiatan ini punya dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.