Melawan Prediksi Perlambatan Ekonomi Kaltim 2020 Dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Kaltim, Kamis (12/3) lalu, perekonomian Kaltim 2020 diprediksi melambat. Hal itu disebabkan produksi pertambangan dan ekspor luar negeri yang menurun. Samarinda, DiswayKaltim.com - Sekretaris Komis II Bidang Keuangan dan Perekonomian DPRD Kaltim Bagus Susetyo mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan potensi lokal menghindari prediksi perlambatan ekonomi Kaltim tahun ini. Salah satu yang perlu dimaksimalkan menurutnya adalah sektor pertanian. Langkah ini dipandang tepat melawan perlambatan karena produksi pertambangan dan ekspor luar negeri Kaltim yang menurun. Bagus menyebut Kaltim sudah seharusnya melepas ketergantungan pada komoditas ekspor batu bara. Apalagi di tengah penyebaran wabah pandemik COVID-19 yang berdampak pada ekonomi global. "Kita harus berprinsip bagaimana bisa memaksimalkan potensi lokal. Tidak usah berpikir ekspor. Karena memang kita sudah harus tinggalkan komoditas ekspor itu," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (16/3). Bagus menyebut, pemerintah daerah sudah harus mengoptimalkan potensi lokal dengan mewujudkan ketahanan pangan terutama swasembada beras. Hal itu, kata dia, bisa diwujudkan dengan mengoptimalkan lahan yang kurang produktif. Dan mengembangkan sistem pertanian petani-petani lokal. Seperti membangun saluran irigasi persawahan untuk mengoptimalkan produksi panen. "Ada instensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Memberikan bimbingan, membagi benih dan pupuk kepada petani. Sehingga ekonomi lokal kita bergerak, tidak bergantung pada ekspor," ujarnya. Kemudian komoditas batu bara, sebut Bagus, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menyokong bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kaltim. Pilihan ini lebih baik ketimbang terus diekspor keluar negeri. Apalagi dengan harga batu bara acuan (HBA) yang cenderung menurun. "Jadi intinya, mengubah mindset. Memaksimalkan potensi daerah untuk kebutuhan daerah itu sendiri," sambungnya. Ia pun menyebut, harus ada koordinasi pengelolaan industri pertambangan Kaltim antara pemerintah daerah dan pihak swasta. Sehingga tidak ada monopoli salah satu pihak. Opsi lain yang bisa digenjot pemerintah dalam meningkatkan ekonomi Kaltim adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melalui Perusahaan Daerah (Perusda). Sejauh ini, menurutnya belum semua Perusda di Kaltim yang menunjukkan kinerja positif. Ia mencontohkan hubungan antar Perusda yang belum terkoordinasi dengan baik. "Misalnya yang paling gampang saja. Perusda perlu sesuatu, kenapa harus mengambil dari luar? Ambil lah dari Perusda yang juga kompeten di bidang itu. Kan bisa saling menguntungkan," pungkasnya. Ia pun berharap, ke depan Kaltim bisa memproyeksikan perekonomian pada sektor-sektor yang bernilai tambah. Wacana-wacana transformasi ekonomi yang sudah lama digaungkan pun harus segera terealisasi. (krv/eny)
“Maksimalkan Potensi Lokal, Tidak Usah Berpikir Ekspor”
Senin 16-03-2020,23:39 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-03-2026,06:03 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 4 Maret 2026, Cek di Sini!
Rabu 04-03-2026,08:31 WIB
Kabar RSUD Harapan Insan Sendawar Tahan Pasien Mencuat, Direktur Membantah
Rabu 04-03-2026,10:30 WIB
Pertahankan Tanah Warisan Dipidana, Pledoi Salasiah dan Hanafiah: Ada Potensi Kriminalisasi
Rabu 04-03-2026,07:00 WIB
Borneo FC Curi Poin dari Kandang Persija, Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Macan Kemayoran
Rabu 04-03-2026,10:01 WIB
PKB Ingatkan Pemprov Kaltim soal Kepekaan Anggaran: Kepercayaan Rakyat Itu Mahal!
Terkini
Rabu 04-03-2026,22:51 WIB
AS Isyaratkan Perang akan Berlangsung Lama, Intelijen Israel Menduga Stok Rudal Iran Masih Ribuan
Rabu 04-03-2026,22:35 WIB
PTMB Balikpapan Mulai Transformasi Layanan Air Bersih 2026, Target 12 Ribu Sambungan Baru
Rabu 04-03-2026,22:00 WIB
Mojtaba Khamenei Terpilih Menjadi Pimpinan Tertinggi Iran Gantikan Ali Khamenei, Ini Profilnya
Rabu 04-03-2026,21:30 WIB
Perbaikan Pipa dan Tekanan Jaringan Sebabkan Air Keruh di Balikpapan
Rabu 04-03-2026,21:00 WIB