Terkait teknis pengelolaan, Thoriq menjelaskan bahwa setiap toko nantinya akan memiliki meteran listrik masing-masing.
“Untuk kebutuhan bersama seperti penerangan umum, eskalator, dan lift, akan ditanggung pengelola melalui retribusi. Jadi beban pedagang relatif ringan,” jelasnya.
Meski begitu, sejumlah pedagang tetap menyampaikan beberapa keluhan dan masukan.
Salah satunya terkait pembagian kluster jenis dagangan agar tidak terjadi persaingan tidak sehat.
BACA JUGA: Tinjau Progres Revitalisasi Pasar Pagi, Andi Harun Sebut Aspek Kenyamanan Pengunjung Jadi Prioritas
“Pedagang minta supaya klusternya diatur. Jangan sampai satu jenis dagangan ditempatkan berdampingan, karena bisa memicu persaingan yang tidak sehat,” ujar Thoriq.
Selain itu, pedagang juga meminta kejelasan mengenai kriteria “pedagang aktif dan terdaftar” agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Mengenai waktu pelaksanaan pengundian lapak, Thoriq mengatakan Dinas Perdagangan belum menetapkan tanggal pasti. Namun, proses tersebut akan segera dilakukan setelah seluruh data diverifikasi.
“Tadi saya sempat tanyakan, kata Ibu dari Dinas, setelah semua data sudah clear, pengundian akan segera dilakukan. Mereka berharap proses pemindahan bisa berlangsung secepatnya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang struktur pasar yang baru.
“Kami jelaskan kepada pedagang tentang aturan, misalnya lewat sketsa kecil pasar karena banyak dari mereka belum pernah masuk. Jadi kami sampaikan pembagian zona lantai satu untuk apa, dan sebelum undian mereka harus memenuhi persyaratan tertentu,” ujarnya usai acara, Jum'at, 17 Oktober 2025.
Ia menambahkan, sosialisasi ini merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan pengundian.
Setelahnya, Disdag akan membuka ruang pengaduan di 3 lokasi, yakni Pasar Segiri, Pasar Merdeka, dan Citra Niaga, agar pedagang dapat menyampaikan pertanyaan atau keluhannya.
BACA JUGA: Tahun Depan Pemkot Samarinda Berhemat: Rapat Cukup Minum Air Putih
Terkait rencana parkir progresif, Nurrahmani menyebut pihaknya tidak membahas hal itu dalam sosialisasi kali ini.