Pengangguran Kaltim Turun, Disnakertrans Siapkan Pekerja Hijau Hadapi Transisi Energi

Jumat 17-10-2025,14:08 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Tri Romadhani

BACA JUGA: Ditinggal Belanja Umpan, Pemancing Motor di Tenggarong Raib oleh Residivis Kambuhan

“Kita ingin BLKI menjadi pintu masuk utama tenaga kerja lokal untuk proyek-proyek strategis. Jadi bukan hanya melatih, tapi juga menghubungkan lulusan dengan dunia usaha,” imbuhnya.

Adapun, Program pelatihan yang dijalankan meliputi bidang konstruksi mekanikal dan elektrikal, perbengkelan, otomotif, pengelasan, dan energi surya.

Selain itu, pelatihan vokasi untuk keterampilan digital juga mulai meluas bagi kalangan muda dan pencari kerja baru.

“Dunia kerja sekarang berubah cepat. Kita harus menyiapkan tenaga yang adaptif, digital, dan punya keahlian hijau. BLKI kami desain untuk menjawab arah itu,” tambahnya.

Disnakertrans Kaltim juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pendidikan agar penyerapan energi kerja lokal lebih optimal.

BACA JUGA: 6 Raperda Inisiatif Pemkab Paser Diusulkan, Salah Satunya Penyertaan Modal PDAM

“Kami mendorong perusahaan menggunakan tenaga kerja lokal, minimal 70 persen dari Kaltim. Tapi tentu harus kita mempertimbangkan dengan kompetensi yang sesuai. Itu sebabnya pelatihan di BLKI menjadi kunci,” tegas Rozani.

Ia menambahkan, memasukkan juga terus memperbarui data pasar kerja melalui sistem informasi tenaga kerja berbasis digital.

Data itu akan digunakan untuk memetakan kebutuhan industri hingga 10 tahun ke depan, termasuk skenario pekerja terdampak transisi energi fosil.

"Kita tidak ingin ada tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan tanpa kesiapan. Kaltim harus bisa beradaptasi, dari ekonomi batu bara ke ekonomi hijau, dari pekerja tambang ke pekerja energi bersih. Ini arah jangka panjang kita." pungkas Rozani Erawadi.

Kategori :