Museum tersebut bahkan dirancang terintegrasi dengan gedung kesenian yang hingga kini belum dimiliki daerah.
BACA JUGA: Kutim Siasati Pemangkasan Anggaran dengan Jalankan Proyek Multiyears Mulai 2026
BACA JUGA: Pemkab Kutim Siapkan Lahan 5 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Dewan Siap Dukung
“Insyaallah nanti terintegrasi dengan gedung kesenian. Karena kita belum punya dewan kesenian dan gedung kebudayaan,” jelasnya.
Dalam rancangan besarnya, kompleks museum juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti
tempat pertunjukan indoor dan outdoor, ruang kreasi seniman, serta area UMKM yang menjual cendera mata dan produk seni lokal.
“Kalau sudah jadi, otomatis kegiatan festival-festival budaya akan lebih banyak di museum,” ujarnya dengan optimistis.
BACA JUGA: TPP ASN Kutim Belum Pasti, Sekda: Sesuaikan Kemampuan Daerah
BACA JUGA: Hutan Lindung Wehea Kutim Terancam, Jalan Putus, Dana Pengawasan Terbatas
Namun di tengah semangat itu, Padliyansyah tak menampik tantangan besar yang dihadapi. Kondisi keuangan daerah menjadi penghambat utama.
Karena itu, ia berharap dukungan masyarakat tetap mengalir agar proyek ini tidak hanya menjadi wacana di atas kertas.
“Minta doa dan dukungan teman-teman, mudah-mudahan badai anggaran ini segera berlalu. Tahun depan bisa mulai terlihat tanda-tanda pembangunan,” tutupnya.