“Perusahaan itu sudah punya lahan sendiri, jadi kita tidak perlu menyiapkan lahan tambahan. Itu salah satu keunggulan mereka,” ucapnya.
Ia menambahkan, teknologi PLTSA tidak hanya akan memanfaatkan sampah rumah tangga.
Tetapi juga memungkinkan pengumpulan sampah dari sungai.
Pemkot bahkan berencana membeli kapal untuk mengambil sampah di Sungai Mahakam.
“Sampah di sungai juga bisa kita olah, termasuk di area muara yang selama ini banyak sampah dari kapal-kapal luar negeri,” kata Marnabas.
Samarinda sendiri, menurutnya, menjadi salah satu dari 33 kota di Indonesia yang dinilai menarik untuk investasi.
BACA JUGA:4 Insinerator Samarinda Sudah 80 Persen, DLH Jamin Tak Membuang Emisi Karbon ke Udara
Potensi itu membuat perusahaan Tiongkok tersebut tertarik untuk menjajaki kerja sama.
“Mereka lihat Samarinda ini kota potensial, apalagi sebagai ibu kota provinsi dan punya daya tarik investasi yang kuat,” ujar Marnabas.
Pemerintah Kota Samarinda berharap proyek PTSA dapat menjadi terobosan dalam mengatasi persoalan sampah dan sekaligus menambah pasokan listrik di masa depan.
“Kalau berhasil seperti di Makassar dan Surabaya, tentu ini akan jadi langkah besar bagi Samarinda,” pungkasnya.