“Ini Menteri Keuangan RI sudah ganti. Saya sih berharap agar ada kebijakan baru dari permasalahan ini. Tetapi, hal ini akan saya komunikasikan langsung ke Pak Prabowo. Sehingga, beliau bisa mengetahui permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dinas Koperasi Provinsi Kaltim juga harus tetap bergerak. Tujuannya agar bisa komunikasi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud serta dengan Bank Kaltim. Sehingga, bisa menjadi pemodal terhadap KMP dengan bunga yang rendah.
“Bank Kaltim kan perbankan milik provinsi. Sehingga, Pak Gubernur bisa kasih kebijakan terkait suku bunga untuk KMP ini. Sehingga, masalah bunga permodalan KMP ini bisa selesai. Koperasi itu pun bisa berjalan,” terangnya.
Baginya, suku bunga yang ideal untuk koperasi yang baru berdiri adalah 2 sampai 2,5 persen per tahun. Kondisi itu akan memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang karena mereka bisa menggunakan uang permodalan itu untuk mengembangkan usaha.