Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini.
Selain itu, sempat beredar kabar adanya relawan damkar yang dihalangi oleh orang tak dikenal saat berupaya memadamkan api.
Meski belum ada laporan resmi, Hendra mengingatkan pentingnya kerjasama masyarakat.
BACA JUGA: Breaking News! Kebakaran Terjadi di Permukiman Tanjung Redeb
BACA JUGA: Kebakaran Bigmall Berulang, Disdamkar Samarinda Sarankan Pembenahan Total Sistem Kelistrikan
"Masyarakat harap jangan banyak menonton, apalagi menghalangi petugas. Yang mengerti cara memadamkan api adalah petugas damkar dan relawan," tegasnya.
Petugas masih mendata identitas pedagang yang kiosnya terbakar maupun terdampak kerugian materiil.
Sementara itu, sebagian pedagang memilih berjaga di sekitar lokasi karena khawatir api kembali muncul dari sisa bara.
Sebagai informasi, Pasar Segiri dikenal sebagai salah satu pasar terbesar di Samarinda dengan aktivitas perdagangan yang berlangsung hingga larut malam.
BACA JUGA: Bantuan Logistik Korban Kebakaran di Muara Komam Disalurkan, Bantuan Rehab dalam Tahap Verifikasi
BACA JUGA: Kebakaran Hanguskan 18 Rumah di Muara Komam, 65 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Padatnya bangunan semi permanen, instalasi listrik yang tidak tertata, dan minimnya jalur evakuasi menjadikan risiko kebakaran selalu tinggi.
Pemerintah Kota Samarinda sudah merencanakan penataan ulang Pasar Segiri menjadi pasar modern.
Penataan ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik, termasuk risiko kebakaran yang berulang.
"Kita berharap kejadian ini jadi pelajaran. Penataan pasar perlu segera dilakukan agar tidak ada lagi korban atau kerugian besar di kemudian hari," pungkas Hendra.