“Ketika harga batu bara turun, dampaknya langsung terasa di PDRB. Sektor lain mungkin naik, tapi pengaruhnya tertutup oleh dominasi tambang,” kata Widiyanto.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera menyiapkan strategi diversifikasi ekonomi agar memiliki penyangga ketika sektor tambang terpukul.
BACA JUGA:Fenomena Bendera One Piece, DPRD Kutim: Jangan Lebih Tinggi dari Bendera NKRI
Salah satunya dengan mengembangkan industri pengolahan dan memperkuat sektor pertanian.
Industri pengolahan di Kutim mulai menunjukkan geliat positif. Pada 2024, sektor ini tumbuh 21,77 persen, dipicu oleh beroperasinya pabrik semen lokal sejak akhir 2023.
Meski demikian, kontribusinya terhadap PDRB masih relatif kecil, yakni 4,34 persen.
“Tahun 2023 pabrik semen mulai produksi, lalu di 2024 sudah berproduksi penuh. Itu mendongkrak pertumbuhan industri pengolahan,” jelasnya.
Ekspor bersih juga menjadi pendorong besar pertumbuhan ekonomi Kutim, dengan kontribusi lebih dari 66 persen. Namun, BPS menilai ketergantungan pada pasar luar tetap menjadi titik lemah.
“Net ekspor dominan karena sebagian besar hasil tambang tidak dikonsumsi di sini, melainkan dijual keluar daerah,” ujar Widiyanto.
BACA JUGA:Izin Produk Industri Rumah Tangga Tidak Rumit, UMKM Skala Kecil Masih Dipermudah
Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri mendorong daerah untuk memperkuat sektor-sektor produktif non-tambang.
Langkah ini dilakukan melalui evaluasi mingguan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang membahas inflasi, percepatan realisasi APBD, pembangunan infrastruktur, dan penguatan sektor padat karya.
BACA JUGA:Agrowisata Kutim Tumbuh Pesat, Desa dan Petani Jadi Penggerak Utama
Widiyanto menekankan, peningkatan output sektor-sektor potensial dan efisiensi biaya produksi menjadi kunci untuk menambah nilai tambah PDRB.
Upaya ini, kata dia, membutuhkan sinergi lintas sektor dan pemetaan potensi daerah yang tepat sasaran.
“Kalau output sektor-sektor ini bisa dinaikkan, nilai tambah akan lebih besar, pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, dan kesejahteraan masyarakat bisa ikut meningkat,” tegasnya.