Meskipun harga di supermarket mulai turun dari puncaknya, pemerintah Jepang kini berupaya keras mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis beras.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba bulan ini mendorong petani untuk mengabaikan batasan produksi dan memperluas lahan tanam. Hal itu berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang ada batasan.
Selain itu, Jepang mulai mengembangkan produksi beras di wilayah yang sebelumnya dianggap kurang ideal, seperti pulau utara Hokkaido, yang sejak 2018 menjadi wilayah penghasil beras terbesar kedua di negara ini, dengan hasil per satuan luas bahkan lebih tinggi dibanding prefektur Niigata.