BACA JUGA: 25 Warga Palestina Tewas Ditembaki Tentara Israel Saat Berkumpul Mencari Makanan
Mereka khawatir soal kelangsungan hidup, bukan lagi soal keselamatan. “Kami hanya punya sedikit makanan tersisa. Jika ini terus berlanjut, kami tidak akan punya apa-apa untuk dimakan," kata Cheng.
Informasi terbaru, lebih dari 38.000 warga Kamboja telah mengungsi dari Provinsi Oddar Meanchey, Preah Vihear, dan Pursat.
Sedangkan pihak Thailand, ada sekitar 140.000 warga sipil yang mengungsi karena tempat tinggal mereka berubah status menjadi wilayah darurat militer.
Sementara itu, Human Rights Watch (HRW) menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak konflik terhadap warga sipil, terutama anak-anak.
Organisasi ini mencatat bahwa lebih dari 852 sekolah dan tujuh rumah sakit di wilayah Thailand ditutup demi alasan keamanan.
Seruan pun dilayangkan kepada Dewan Keamanan PBB dan negara-negara ASEAN untuk menekan kedua pihak agar mematuhi hukum humaniter internasional.