Asli juga mengakui, bahwa ketersediaan kuota yang umumnya masih banyak berada di lokasi pinggiran yang jarang diminati siswa.
Sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota seringkali berada di lokasi yang "agak kepinggir" seperti Suryanata atau Bantuas. Namun, ada juga sekolah di area kota seperti di Dewi Sartika atau Muka Aston yang minatnya sedikit.
"Padahal kalau versi saya semua sekolah itu baik. Sekolah unggul itu ciri khasnya sekolah yang bisa merubah perilaku anak kita. Dari tidak baik menjadi baik. Jadi bukan karena fisiknya infrastruktur," tegasnya.
BACA JUGA: Sekolah Swasta Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Juknis SPMB 2025
Terkait infrastruktur pelaksanaan PPDB, Asli juga memastikan tidak ada kendala berarti. Proses pendaftaran dilakukan melalui platform digital yang bertujuan mempermudah dan mempercepat pendaftaran.
Sementara itu, bagi orangtua yang kesulitan dapat datang ke sekolah untuk mendapatkan bantuan informasi lanjutan.
"Saya kira lancar saja. Karena begini ya, kita kan melalui platform digital. Tidak perlu berdesak-desakan, cukup dari rumah mendata, dikontrol, transparan, seperti itu. Saya kira, itu di Samarinda sudah jalan dengan baik. Lancar, tidak ada crash daripada jaringan segala macamnya. Karena bandwich platformnya kita pisah antara SD dan SMP," pungkas Asli.