SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Program pembebasan biaya buku ajar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dari Pemerintah Kota Samarinda mendapat sambutan positif. Namun sekolah swasta tidak tersentuh kebijakan tersebut.
Amiruddin, Kepala Sekolah SMP Aminah Syukur Samarinda, menyambut baik program buku gratis itu.
Menurutnya, jika diterapkan di sekolah swasta, kebijakan tersebut akan sangat membantu mengurangi beban biaya siswa.
“Dengan adanya buku LKPD yang diterbitkan pemerintah daerah, kami senang sekali. Apalagi kalau bisa juga diterapkan di sekolah swasta,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/6/2025).
Amiruddin menegaskan sekolahnya tidak pernah menjual buku pelajaran kepada siswa.
BACA JUGA:Buku Ajar dan LKPD Gratis, Sekolah Dilarang Jual Buku Lagi
BACA JUGA:DPRD Samarinda Minta Pemerintah Benahi Pelaksanaan SPMB
Mereka menjalankan amanat dari dana BOSNAS yang mewajibkan setiap siswa menerima satu buku teks.
“Kami tidak membebani siswa. Semua buku dibelikan lewat BOSNAS. Tapi kami tak tahu bagaimana dengan sekolah swasta lain,” katanya.
Ia menyampaikan, berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan, program buku gratis saat ini hanya menyasar sekolah negeri. Karena itu, ia berharap Pemkot bisa memperluas jangkauan hingga sekolah swasta.
“Besar harapan kami kepada Bapak Wali Kota Samarinda, agar bantuan ini juga menyentuh sekolah swasta,” harapnya.
BACA JUGA:Pemkot Samarinda Ingin Buat Transportasi Massal Seperti Riau, DPRD Dukung Lewat Perda
Amiruddin mengungkapkan, beban membeli buku masih menjadi masalah di sejumlah sekolah swasta.
Jika bantuan buku dapat menyentuh semua satuan pendidikan, ia yakin tidak ada lagi siswa yang harus merogoh kocek untuk membeli buku ajar.
“Kami sangat berharap agar ke depan tidak ada lagi siswa yang dibebani membeli buku paket. Jika semua sekolah mendapat dukungan yang sama, kualitas pendidikan pun akan lebih merata,” pungkasnya.