Didik Hariyanto. (Ryan/Disway) -- Balikpapan, DiswayKaltim.com - Kalangan akademisi menilai ijazah Perguruan Tinggi (PT) belum cukup menjadi syarat mencari pekerjaan di Balikpapan. Jumlah lowongan pekerjaan sedikit dan ekspektasi perusahaan yang tinggi membuat kompetisi persaingan pencaker semakin ketat. Begitu yang dialami para pelajar atau lulusan perguruan tinggi yang akhirnya ikut mengisi tingginya angka pengangguran di Kota Minyak. "Tingkat pengangguran di Balikpapan bisa teratasi dengan membuka lapangan pekerjaan dan mengundang peran serta investor," ucap dosen ekonomi Universitas Balikpapan (Uniba) Didik Hariyatno, Kamis (20/2). Apalagi dengan adanya rencana pemindahan ibu kota negara (IKN). Mestinya gairah bisnis yang meningkat bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membuat program yang lebih kongkret, untuk menekan jumlah pengangguran. Menurut Didik, banyak sektor industri dan bisnis yang belum dimaksimalkan. Misalnya pariwisata dan industri kreatif. "Istilah yang sering saya pakai itu ABG. Yakni akademisi, bisnis dan government (pemerintah). Ini harus bersinergi," katanya. Begitu juga dengan sektor mikro dan menengah. Masih sangat bisa dioptimalkan untuk menekan laju pertumbuhan pengangguran. Baginya, ada dua kategori pencaker. Berijazah dan putus sekolah. "Kurikulum perguruan tinggi itu pasti ada pemagangan. Nah, itu diasah keterampilan mahasiswa di tempat magang. Jadi tolong jangan dipersulit masalah izin magang. Kalau yang tidak sekolah atau putus sekolah ini harus diarahkan. Bisa lewat BLK. Biar lebih kreatif mengisi sektor mikro, bekerja mandiri dan menghasilkan," tuturnya. Ketua Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (Stiepan) Ready Wicaksono mengatakan, selama ini civitas kampus selalu menyesuaikan kurikulum dan kebutuhan industri melalui prodi yang terkait dengan jurusan keilmuan masing-masing. Sehingga mahasiswa yang ikut dapat sertifikat kompetensi. Itu yang diharapkan bisa menunjang mahasiswa saat memasuki dunia kerja. "Kampus memberikan ilmu secara konseptual dan teoritis. Makanya saya rasa memang perlu ada penunjang," kata Ready. Ia menyebut, dulu sudah bisa diterima kerja di suatu perusahaan dengan modal ijazah. Sekarang harus punya keterampilan yang sesuai dengan posisi pekerjaan yang dinginkan. Meski begitu, Ready optimistis masa depan lulusan perguruan tinggi di Kota Beriman dapat bersaing. Mengingat kota yang kondusif ini masih sangat layak bagi para investor. Untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. (ryn/hdd)
Pencaker Balikpapan Butuh Sertifikat Kompetensi
Kamis 20-02-2020,21:48 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,09:40 WIB
Update Perang Iran-Israel: Fasilitas Nuklir Dimona Diserang Rudal Nuklir Iran
Minggu 22-03-2026,17:15 WIB
AS Ancam Luluhlantahkan Fasilitas Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Ini Respons Teheran
Minggu 22-03-2026,16:03 WIB
12 Rumah di Jalan Veteran Bontang Dilahap Api, Penyebab Masih Misteri
Minggu 22-03-2026,09:52 WIB
Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026: Fabio Di Gianantonio Pole, Mark Marquez Start Posisi 3
Minggu 22-03-2026,15:13 WIB
Selama Lebaran, Harga Elpiji 3 Kilogram di Balikpapan Naik Drastis, Rp 65 Ribu Per Tabung
Terkini
Senin 23-03-2026,07:34 WIB
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah! Podium Moto3 Brasil 2026 Diwarnai Red Flag Dramatis
Senin 23-03-2026,07:14 WIB
Pemudik dari Balikpapan Kini Punya Pilihan Baru Masuk Tol IKN, Tak Lagi Lewat Manggar Saja
Minggu 22-03-2026,22:50 WIB
KPK Benarkan Gus Yaqut Keluar dari Rutan 2 Hari sebelum Idulfitri 1447 H, Ini Alasannya..
Minggu 22-03-2026,22:27 WIB
Jasamarga Terapkan Diskon Tarif Tol 30 Persen selama 2 Hari, Khusus Jalur Arus Balik Mudik
Minggu 22-03-2026,21:48 WIB