GUBERNUR Kaltara Dr H Irianto Lambrie disambut Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina saat kunjungan kerja di Kampus Unhas, belum lama ini.(HUMAS PEMPROV KALTARA) TANJUNG SELOR, DISWAY - Kalimantan Utara akan berkomitmen menyukseskan salah satu visi pemerintah, yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara ditindaklanjuti kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas. Nota kesepakatan tersebut, juga tindak lanjut atas nota kesepakatan Pemprov Kaltara-Unhas yang ditandatangani 11 Februari lalu. Nota kesepakatan DKP Kaltara-LP2M Unhas tersebut, memuat 7 hal kerja sama. Poin pertama menitikberatkan pada pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM). Kepala DKP Kaltara Amir Bakry menjelaskan, pendidikan adalah aspek strategis untuk mendukung tujuan pembangunan kelautan dan perikanan. Potensi sektor kelautan dan perikanan Kaltara yang cukup besar, kata dia, perlu ditopang SDM kompetitif dan tangguh. Karenanya, bekerja sama Unhas menjadi langkah yang strategis. Masalah illegal fishing maupun unreported and unregulated (IUU) fishing, lanjutnya, harus diselesaikan dengan dukungan SDM yang memiliki kompeten, integritas, berwawasan luas, keterampilan memadai, produktif, dan berdaya saing. “Bahkan, dalam kasus-kasus tertentu memerlukan SDM dengan kualifikasi khusus. Ini kaitannya juga dengan penyiapan SDM kita menempuh pendidikan master maupun doktor di Unhas,” tuturnya. Kerja sama dengan Unhas juga dilakukan untuk melanjutkan program sertifikasi tambak masyarakat. Jika sebelumnya sertifikasi tambak sukses dilakukan di Bulungan dan Tarakan, inventarisasi akan dilanjutkan tahun ini di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan. "Kita bekerja sama dengan Unhas menyiapkan data by name by address pemilik tambak," tuturnya. Pembangunan data base spasial kelautan dan perikanan Kaltara, juga jadi ruang lingkup kerja sama. Data base spasial, tutur Amir, perlu disiapkan karena akan menjadi rujukan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Sebagai daerah yang berbatasan dengan Malaysia, Kaltara perlu memiliki data base spasial. Sebab, tidak hanya berfungsi sebagai rujukan pengelolaan, namun ikut mendukung kedaulatan negara khususnya dalam batas laut Indonesia dan Malaysia di Kaltara dan Sabah. "Jadi, kita ikut menjaga kedaulatan NKRI. Data itu diperlukan juga dalam perundingan batas-batas laut dengan negara tetangga," tuturnya. Amir optimistis data base spasial kelautan dan perikanan akan mendorong pengembangan ekonomi kelautan Kaltara menjadi lebih baik. Sekaligus akan mengontrol kegiatan eksploitasi demi mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan perikanan yang berkelanjutan. (humas)
Dukung Wujudkan Poros Maritim Dunia
Selasa 18-02-2020,10:46 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,21:50 WIB
Ubah Kardus Bekas Jadi Uang, Pertamina Dorong Bank Sampah Askit Balikpapan Ciptakan Lingkungan Bersih
Kamis 05-11-2026,05:59 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 5 November 2026, Cek di Sini!
Rabu 04-11-2026,14:46 WIB
Kutim Jadi Satu-Satunya Daerah di Kaltim yang Lolos Program Angkutan Perintis
Rabu 04-11-2026,18:00 WIB
Utang Pemkab PPU Lunas Tahun Ini, Sisa Rp63 Miliar Dibayar Desember 2026
Rabu 04-11-2026,16:37 WIB
DPMK Mahulu Minta Semua Kampung Percepat Pengajuan Anggaran
Terkini
Kamis 05-11-2026,14:30 WIB
Harga Emas Antam Hari ini 5 November 2026 Naik Rp3.000 Per Gram
Kamis 05-11-2026,14:00 WIB
Pemkab PPU Dorong Jingle “Ise Kabar Taka” Diperdengarkan di Sekolah dan Agenda Resmi Pemerintah
Kamis 05-11-2026,13:30 WIB
DP3A Kukar Catat 180 Kasus Kekerasan Anak, Penanganan dan Pencegahan Tetap Berjalan
Kamis 05-11-2026,12:56 WIB
Sidang Kasus Ijazah Palsu: Hadir sebagai Saksi, Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan dari SD hingga UGM
Kamis 05-11-2026,12:25 WIB