Dilansir dari Antara, sejumlah perusahaan Taiwan yang tertarik, antara lain China Airlines, Starlux Airlines, Sinotech Engineering Consultants, CECI Engineering Consultants, CTCI Construction Engineering Company, CPC Corporation, The Export-Import Bank of ROC (Taiwan), CTBC Bank, PT ACER Indonesia, ASUS, hingga Nam Liong Global Corporation.
BACA JUGA: IKPPNI Dorong Riset dan Pendidikan Pelaut Indonesia
BACA JUGA: AirAsia Resmi Melayani Penerbangan Ke Berau pada Oktober Nanti
Ketertarikan mereka mencakup sektor transportasi, teknologi, dan energi.
Selain Taiwan, minat investasi juga datang dari Uni Emirat Arab.
Perusahaan Ayedh Dejem Group menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di atas lahan seluas 10 hektare di kawasan IKN, tepatnya di Kecamatan Sepaku.
"Komitmen investasi di IKN berdatangan dan saat ini dari perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group," ujar Basuki.
BACA JUGA: Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Global Industri Halal, Ini Langkah Strategis Kemenperin
BACA JUGA: Petani Milenial Jadi Ujung Tombak Swasembada Pangan di Kaltim, Target Rp25 Juta per Bulan
Perusahaan asal Timur Tengah itu merencanakan pengembangan pusat perbelanjaan dan kawasan campuran di area strategis yang belum memiliki fasilitas serupa dalam radius 5 kilometer.
Proyek tersebut akan dibangun secara bertahap seiring dengan pertumbuhan kawasan IKN.
Sebagai bentuk komitmen awal, Ayedh Dejem Group telah menandatangani perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan Otorita IKN.
Tak hanya itu, perusahaan juga menyampaikan rencana untuk mengakuisisi 4 hektare lahan tambahan, 2 hektare di antaranya akan digunakan untuk pembangunan masjid sebagai kontribusi sosial bagi masyarakat Kota Nusantara.
BACA JUGA: Pemkot Balikpapan Tawarkan 7 Sektor Unggulan, Siap Tampung Investasi untuk Topang Pembangunan IKN
BACA JUGA: Pegawai OIKN Dilatih Cara 'Bertetangga' dengan Orangutan dan Satwa Liar
"Kami melihat IKN simbol masa depan Indonesia yang progresif dan inklusif," ucap CEO Ayedh Dejem Group Zed Ayesh.