Tongkang Tabrak Rumah di Tenggarong

Sabtu 03-05-2025,16:00 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Yos Setiyono

TENGGARONG, NOMORSATUKALTIM – Dua rumah warga di RT 008 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, rusak setelah dihantam tongkang di Sungai Mahakam, Jumat (2/5/2025) pagi sekitar pukul 06.20 Wita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kecelakaan terjadi saat kabut tebal menyelimuti perairan dan jarak pandang terbatas, sementara arus sungai cukup deras. Insiden melibatkan dua kapal penarik tongkang, yakni TB Karunia Samudra 12 yang menggandeng BG Asia Pride 23180, serta TB Danny 162 yang menarik Danny 103.

Kapolsek Tenggarong IPTU Budi Santoso menjelaskan, kecelakaan bermula ketika TB Danny 162 yang berada di belakang meminta izin lewat radio untuk menyalip dari sisi kanan. TB Karunia Samudra 12 telah memberi jalan, namun akibat kabut yang semakin pekat, TB Danny 162 justru melenceng ke kiri hingga mendekati pemukiman warga.

“Tali penarik tongkang BG Asia Pride 23180 putus karena gesekan keras. Tongkang jadi tak terkendali dan menabrak dua rumah warga di pinggiran sungai,” ujar IPTU Budi.

BACA JUGA: Jembatan Mahakam Rutin Ditabrak Tongkang, Kejati Kaltim Endus Dugaan Penyelewengan Kekuasaan

Salah satu warga terdampak, Asikin Nur, mengatakan saat kejadian ia sedang bersiap membuka usaha penatu di rumahnya yang berada di Jalan AM Sangaji.

“Saya kaget dengar dentuman keras. Kabut tebal sekali. Tiba-tiba kapal sudah dekat sekali ke rumah,” ucap Asikin.

Sementara itu, pihak perusahaan pemilik kapal penarik, PT Kurnia Samudera, memastikan akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan.

“Kami tidak akan lari dari tanggung jawab. Kami akan mengganti kerugian yang dialami warga sesuai hasil perhitungan,” tegas Herlinur, Kepala Operasional PT Kurnia Samudera.

BACA JUGA: KSOP Jatuhkan Sanksi Pembekuan Operasional Agen Pelayaran Tongkang Penabrak Jembatan Mahakam I

BACA JUGA: BBPJN Usulkan Penutupan Sementara Jembatan Mahakam I Usai Ditabrak Tongkang

Ia menambahkan, insiden ini terjadi murni karena faktor alam. “Kabut tebal dan arus deras membuat manuver kapal sangat sulit. Awak kapal sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kecelakaan,” tambahnya.

Saat ini, proses penyelidikan dan mediasi dengan warga masih berlangsung. Pihak perusahaan juga siap mengikuti prosedur yang ditetapkan aparat dan pemerintah daerah. (*)

Kategori :