Maka itu menjadi syarat dari Allah kepada orang yang berdoa kepada-Nya jika menggunakan doa Nabi Yunus." (al-Hafidh Abi al-Fida` Isma’il bin Umar ibnu Katsir al-Dimasyqi, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim (Tafsir Ibnu Katsir), [Beirut: Dar ibn Hazm, 2000], halaman 1249-1250).
Dalam keterangan lain, disebutkan juga bahwa orang yang berdoa dengan doa Nabi Yunus ini akan dikabulkan doanya oleh Allah Ta’ala:
BACA JUGA:Doa Umat Muslim saat Hujan Deras Dikhawatirkan Banjir
“Imam Ahmad, Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, Al-Bazzar, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Al-Hakim dan shahihnya, serta Al-Baihaqi dalam Al-Syu'b meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash: Aku mendengar Rasulullah bersabda:
Doa Dzul-Nun [Nabi Yunus] ketika berada di dalam perut ikan paus: ‘Lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn’. Tidak ada seorang muslim pun yang pernah berdoa kepada Tuhannya kecuali doanya dikabulkan oleh-Nya” (as-Syekh Muhammad bin Ali bin Muhammad as-Syaukani, Fathul Qadir, [Beirut: Dar al-Marefah, 2007], halaman 946).
Namun demikian, ada hal yang perlu diingat bahwa ketika memanjatkan doa ini jangan sampai merasa diri lebih baik dari Nabi Yunus.
Sebagai orang yang beriman, kita tentu percaya bahwa di dalam doa pasti terdapat hal baik yang bisa diperoleh oleh siapa pun yang mau berdoa. Terlebih lagi, doa yang dipanjatkan adalah doa Nabi Yunus.
Oleh karena itu, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengatakan bahwa tidak ada istilah gagal dalam sebuah permohonan jika manusia menyandarkannya kepada Allah. Apalagi Allah sudah berjanji: ud’uni astajib lakum (Mintalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan).
Selain itu, Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid dalam satu kesempatan pernah manganjurkan untuk tidak tergesa-gesa dalam mendapatkan apa yang kita minta kepada Allah. Terkadang permintaan itu lambat karena itu yang terbaik untuk kita, karena Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita bilamana kita meminta kepada Allah.