Kepala Disperin Muhammad Faisal. (Khajjar/Disway Kaltim) Samarinda, DiswayKaltim.com –Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Samarinda akan membangun sentra industri baru di Kota Tepian. Kepala Disperin Muhammad Faisal menyebut selama ini sentra industri yang ada di Samarinda tumbuh secara alami. Seperti amplang dan sarung tenun di Samarinda Seberang. “Tumbuh secara alami artinya bukan dikoordinir. Kami hanya membina dan menjaga itu. Kami akan membangun sentra buatan targetnya di 2020-2021 ini,” kata Faisal, Kamis (23/1). Faisal menjelaskan, yang dimaksud dengan sentra industri adalah suatu kawasan dalam radius 10 km memiliki 10 hingga 20 jenis usaha yang sama. Adapun rencana sentra industri yang akan dibangun, di antaranya adalah sentra industri kapal tradisional, pengolahan minyak atsiri, pengolahan ikan, dan revitalisasi sentra industri tahu dan tempe. “Insya Allah nanti kami bikin kajiannya untuk sentra perahu kayu, di Selili. Cukup banyak pembuat kapal kayu di sana,” ujarnya. Untuk sentra industri pengolahan minyak atsiri, rencananya akan dibangun di Kelurahan Bukuan Samarinda Seberang. Karena di sana sudah ada petani nilam dan serai yang siap diberdayakan. Minyak atsiri sendiri adalah minyak wangi yang dapat berfungsi sebagai pewangi, aroma terapi, dan pengharum ruangan. “Tahun ini mau dirintis, triwulan pertama kita akan kirim petani ke Bogor untuk belajar. Kita juga akan siapkan alat penyulingannya,” sebut Faisal. Sementara untuk sentra produksi tahu dan tempe, Faisal menyebut, bukan membangun. Melainkan merevitalisasi industri rumahan yang sudah ada. Untuk kemudian dipindahkan ke sentra yang baru. Terutama sentra produksi tahu dan tempe yang ada di Pasar Segiri. Rencananya akan dipindahkan secara terpusat ke Lok Bahu. Sementara untuk sentra industri pengolahan ikan, sudah di bangun di bawah Jembatan Mahkota 2. Produk-produk olahan ikan seperti amplang, bakso, dan ikan frozen. Selain itu, Disperin juga akan melakukan pembinaan produk yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Memberikan sertifikasi kompetensi, pengurusan hak kekayaan Intelektual (HAKI) atau hak paten pada merek produk, dan label halal. “Kita dorong sekarang semua produksi harus halal, higienis, dan punya ruang industri yang sehat,” sebut Faisal. Pembangunan sentra industri juga diharap dapat memberikan dampak sosial ekonomi pada masyarakat. Mulai dari pembukaan lapangan kerja dan penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Samarinda. Namun diakui Faisal, membangun sentra industri bukan tanpa kendala. Pertama adalah mahalnya biaya produksi dan upah tenaga kerja. “Di Samarinda biaya hidup tinggi, sehingga pegawai nggak mau digaji murah. Jadi kalau mau produksi tapi biaya nanggung, bisa rugi,” keluhnya. Kedua, Samarinda masih ketergantungan bahan baku dari Jawa, yang juga menambah biaya produksi. Meski begitu, Faisal tetap optimistis dengan tekad dan kerja sama semua pihak sentra industri baru bisa dibangun di Samarinda yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota ini. (krv/eny)
Disperin Samarinda Bangun Sentra Industri Baru
Jumat 24-01-2020,17:01 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 06-05-2026,22:30 WIB
Kejari Kukar Tahan 4 Tersangka Kasus Kredit Fiktif, Modus Manipulasi Data Nasabah
Kamis 07-05-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 7 Mei 2026, Waspada Hujan Petir!
Kamis 07-05-2026,10:03 WIB
Status Digantung, Pekerja PT Lonsum Kedang Makmur Mengadu
Kamis 07-05-2026,11:30 WIB
Ketua Umum FSPTI-KSPSI Lantik Pengurus DPC FSPTI-KSPSI Khusus TKBM KSS Pelabuhan Balikpapan 2026-2031
Rabu 06-05-2026,22:55 WIB
Tanggapi Tambahan Insentif Guru di Daerah Terpencil, Disdikbud Kukar Tunggu Kebijakan Bupati
Terkini
Kamis 07-05-2026,22:00 WIB
Porprov Kaltim 2026 di Paser Kekurangan Tenaga Medis
Kamis 07-05-2026,21:30 WIB
Pemkab Mahulu Mulai Data Pergerakan Harga Bapokting di Pasaran, Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi
Kamis 07-05-2026,21:00 WIB
Pria 47 Tahun di Kutim Ditangkap Polisi, Simpan Sabu 139 Gram dalam Inverter
Kamis 07-05-2026,20:30 WIB
142 Kios Sementara Pasar Segiri Samarinda Tuntas Dibangun, Pedagang Sudah Bisa Berjualan
Kamis 07-05-2026,20:05 WIB