Rusman Ya'qub. (Istimewa) === Samarinda, DiswayKaltim.com - Institusi pendidikan di Indonesia masih mengandalkan penilaian kuantitatif dalam menilai kemampuan peserta didik. Siswa yang memiliki nilai tertinggi di kelas acap dianggap sebagai pelajar yang unggul. Padahal, menurut Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub, kesuksesan seseorang tidak bergantung nilai tinggi dan prestasi akademik semata. "Kesuksesan seseorang tidak diukur dari IPK yang tinggi, NEM yang tinggi, dan nilai yang tinggi. Tidak menjamin suksesnya seseorang karena itu," kata Rusman belum lama ini. Ia menyebut, tak sedikit pelajar di waktu di bangku sekolah tidak memiliki nilai tinggi dan tidak berprestasi di sekolah. Tetapi sukses berkarir pasca menempuh studi di lembaga pendidikan formal. "Bisa jadi karena dia punya sikap jujur dan daya saing yang kuat. Akhirnya dia sukses. Karena apa? Dunia pendidikan kita masih terjebak dengan angka-angka di atas kertas," ujarnya. Rusman mendukung penghapusan ujian nasional oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Syaratnya, mesti terdapat alat ukur yang lain dalam menilai perkembangan dan kualitas peserta didik. "Harus ada saran untuk membangun kompetisi di generasi muda kita. Karena esensi ujian nasional itu sebenarnya bukan bagaimana mendapatkan NEM, IPK, dan rengking. Tetapi bagaimana ujian itu dibuat sebagai mekanisme membangun kompetisi," jelasnya. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, Indonesia mesti belajar dari Cina. Yang maju karena berhasil membangun persaingan di dunia pendidikan. Indonesia justru dinilai belum mampu menciptakan persaingan. Pemerintah dan institusi pendidikan masih mengandalkan penilaian akademik sebagai tolak ukur keberhasilan peserta didik. "Padahal masih terdapat disparitas sarana dan prasarana juga di setiap daerah. Misalnya antara Jawa dan luar Jawa. Belum lagi kita bicara antara ibu kota provinsi dan kabupaten," sesalnya. (adv/qn/hdd)
Institusi Pendidikan Mesti Bangun Budaya Kompetisi
Selasa 31-12-2019,19:50 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-02-2026,08:30 WIB
Warung Boleh Jual Beras SPHP, Pemkab Berau Tekankan Harga Tak Lewat Batas
Senin 23-02-2026,07:00 WIB
Satu Pemuda Diamankan dalam Tawuran di Jalan Ulin Samarinda, Polisi Tunggu Laporan Korban
Senin 23-02-2026,09:00 WIB
Pemkot Bontang Targetkan Kemiskinan Turun hingga 5 Persen di 2026
Senin 23-02-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 23 Februari 2026, Cek di Sini!
Senin 23-02-2026,08:00 WIB
Tilang di Kutai Barat Kini Serba Digital, Satlantas Terapkan ETLE Handheld
Terkini
Senin 23-02-2026,22:51 WIB
Curah Hujan Masih Tinggi, Potensi Banjir di Sejumlah Wilayah Kaltara Diperkirakan Meningkat
Senin 23-02-2026,22:18 WIB
Mahasiswa Muara Badak Kukar Segera Miliki Asrama di Samarinda
Senin 23-02-2026,21:55 WIB
UU Nomor 3 Tahun 2024 Disahkan, Kepala Desa Bakal Terima Tunjangan Purnatugas
Senin 23-02-2026,21:33 WIB
Kuota BBM Subsidi dan Elpiji di PPU Tahun 2026 Tak Bertambah
Senin 23-02-2026,21:04 WIB