Penurunan oprit, maupun badan jalan di Jembatan Bujangga, rencananya sementara akan ditangani dengan leveling aspal.(Arjuna Mawardi/Disway) TANJUNG REDEB, DISWAY – Penurunan badan jalan dan oprit Jembatan Bujangga, Tanjung Redeb, akan segera ditindak lanjuti oleh Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Kementerian PUPR wilayah Kaltim. Kasubbag TU Satker P2JN Kaltim, Lutfi mengatakan, penanganan penurunan oprit Jembatan Bujangga akan menggunakan metode leveling, untuk mengembalikan kemiringan jalan dengan pengerasan aspal. “Langkah preventif dilakukan laveling dengan aspal,” katanya kepada Disway Berau, Minggu (29/12). Begitu juga, kata dia, dengan sejumlah keretakan dan penurunan badan jalan disekitar Jembatan Bujangga, juga akan dilakukan penanganan perbaikan. Untuk kelas jalan nasional, terangnya, penanganan perbaikan sesuai tingkat kerusakan jalan. “Karena tingkat kerusakan, memiliki penanganan yang berbeda. Sebelum penanganan, akan terlebih dulu dilakukan pengkajian,” terangnya. Lutfi juga tidak bisa memastikan, kapan penanganan dan perawatan Jalan Bujangga dilaksanakan.”Waktunya belum bisa dipastikan, tapi segera kami tangani,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, tak ingin amblesnya Jalan Bujangga terulang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, mengenai kondisi badan jalan yang terus mengalami keretakan dan penurunan. Dorongan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Berau, H Saga. Sejak jalan dibuka pada 2018 lalu, keretakan dan penurunan Jalan Bujangga terus bertambah tiap waktu. Sehingga, perlu segera mendapatkan penanganan dan pencegahan dari pemerintah pusat. Jangan sampai kejadian terulang, baru mendapatkan perhatian, untuk melakukan upaya-upaya penanganan. “Instansi terkait harus segera menginformasikan kepada pemerintah pusat. Mengingat, status (Jalan Bujangga, Red) merupakan jalan nasional,” katanya kepada Disway Berau, Kamis (26/12). Menurutnya, kondisi jalan yang sudah mengalami tiga kali ambles sejak 1990an, perlu dilakukan penelitian maupun kajian ulang dan mendalam. Apakah disebabkan faktor alam maupun perencanaan? Yang dianggap belum sempurna. Saga tidak sependapat, jika faktor alam sebagai sumber utama terjadinya keretakan dan penurunan badan jalan. Sebab, berdasarkan pengalaman penanganan jalan, mulai penurapan hingga pembangunan jembatan. Amblesnya jalan, kata dia, masih menghantui. Kajian tidak hanya dilakukan di kawasan jembatan, namun dari persimpangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga Eks PT Inhutani. Sehingga, pembiayaan penanganan bisa diperhitungkan secara keseluruhan. “Karena sejumlah titik, terutama depan eks Inhutani juga terancam ambles,” sebutnya. ”Jadi tidak serta merta ada pembiayaan, baru melakukan pengkajian. Kami berharap, kajian dilakukan setahun sebelum digelontorkan pengerjaan penanganan amblesnya jalan,” tambahnya. Tidak hanya dibebankan kepada lembaga eksekutif. Namun, kata dia, ini menjadi catatan penting bagi Komisi III DPRD Berau. Dalam waktu dekat, Saga berencana membuat agenda pertemuan dengan pemerintah pusat dan DPR Dapil Kaltim, guna menyampaikan kondisi jalan nasional di Bumi Batiwakkal. “Tidak hanya terkait Jalan Bujangga, tapi sejumlah jalan nasional di Berau yang belum maksimal pemeliharaannya,” terangnya. Saga juga berharap, Kementerian PUPR dalam lebih tanggap, melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) sebagai perwakilan di Kaltim. “Itu yang kami harapkan dari pemerintah pusat. Agar, penanganan cepat dilakukan dan tidak terkesan menghambur-hamburkan anggaran,” tandansya.(*/jun/app)
Sementara Hanya Leveling
Senin 30-12-2019,08:53 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,15:32 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kutim Lesu, Pengamat Ingatkan Jangan Bergantung SDA
Rabu 18-03-2026,12:59 WIB
Momentum Mudik Lebaran 2026, Extra Flight di Bandara SAMS Sepinggan Habis Terjual
Rabu 18-03-2026,14:38 WIB
Penukaran Uang Berakhir, BRI Bontang Salurkan Uang Rp 2,6 Miliar
Rabu 18-03-2026,17:55 WIB
Selain Mendata Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik, Polres Kukar juga Buka Penitipan Kendaraan
Rabu 18-03-2026,12:18 WIB
Dua Hal Ini jadi Atensi Pengamanan Polda Kaltim: Rumah Kosong dan Tempat Ramai
Terkini
Kamis 19-03-2026,09:04 WIB
Daya Beli Konsumen Turun, Pengusaha Kuliner di Balikpapan Keluhkan Penurunan Omzet
Kamis 19-03-2026,08:00 WIB
Kasatlantas Polres Bontang Izinkan Konvoi Takbiran, Asal Tertib dan Pakai Helm
Kamis 19-03-2026,07:00 WIB
Pemkab PPU Larang Keras ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
Kamis 19-03-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 19 Maret 2026, Waspada Hujan Petir!
Rabu 18-03-2026,22:56 WIB