TANJUNG REDEB, DISWAY – Dua akses jalan dalam Kota Tanjung Redeb, yakni Jalan Bujangga dan Ahmad Yani kian memprihatinkan. Beberapa titik mengalami keretakan dan penurunan badan jalan, bahkan kembali terancam ambles. Kondisi itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Abdurrahman. Kedua akses jalan yang terus mengalami pergeseran dan penurunan badan jalan, berada di pinggir Sungai Segah, dan masuk ke dalam lokasi rawan bencana. Dijelaskannya, Jalan Bujangga terdapat lima titik jalan yang rawan ambles, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga depan eks PT Inhutani. Sementara, satu titik berada di Jalan Ahmad Yani atau Tepian Tanjung. “Benar, kondisi itu sudah berlangsung cukup lama,” katanya kepada Disway Berau, Selasa (24/12). Secara teknis, Abdurrahman tidak mengetahui. Namun, kata dia, saat meninjau lokasi dengan beberapa stake holder terkait 2018 lalu, ada beberapa faktor penyebabnya. Seperti Jalan Bujangga yang telah diperbaiki tahun 2017, kembali mengalami keretakan dan penurunan badan jalan. Salah satu faktornya adalah, terjadinya perubahan karakter tanah penyangga menjadi mud flow (aliran atau rayapan lumpur). Perubahan karakter tanah, dapat dipicu hujan yang terus menerus mengguyur suatu daerah. Sehingga, membuat muka air tanah naik dan melunakkan kekuatan tanah dalam menyangga permukaan. Atau, terkikis aliran sungai yang membuat pergerakan atau pergeseran tanah secara perlahan. Sebab, kedua titik jalan berada dilekukan Sungai Segah. “Jika kami melihat, pergerakan tanah tidak terlihat signifikan. Tapi? tiap waktu bertambah. Itu gambarannya, untuk lebih mengetahui pasti pihak DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dab Penataan Ruang),” terangnya. Kondisi itu, ihwal memasang portal pembatas tonase dan dimensi kendaraan, serta rambu-rambu informasi maupun penerangan jalan di kawasan Jembatan Bujangga. Tujuannya, untuk mengantisipasi amblesnya jalan dalam waktu singkat, usai dua kali mengalami ambles beberapa tahun lalu. Sebab, aktivitas kendaraan berbobot akan percepatan pergeseran dan penurunan tanah, baik arus mobilitas maupun parkir. “Begitu juga di Jalan Ahmad Yani, kami meminta untuk mengurangi kendaraan parkir di kawasan keretakan jalan,” sebutnya. Terpisah, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Jimmy Arwi Siregar mengatakan, untuk akses Jembatan Bujangga dirinya enggan berkomentar, karena jalan tersebut berstatus nasional. Terlebih lagi, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses penanganan Jembatan Bujangga yang dilakukan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Kementerian PUPR. “Itu (Jalan Bujangga, Red) kewenangan pusat. Dari Februari bertugas, kami tidak pernah dilibatkan dalam proses penanganan jalan,” ucapnya. Untuk Jalan Ahmad Yani, diakuinya pernah mengalami keretakan dan berlubang tahun 2017. Namun telah dilakukan penanganan dan perbaikan dengan cara menambal jalan yang retak dan berlubang. Kendati belum melakukan penelitian atau kajian mendalam, hanya sebatas hasil peninjauan keretakan jalan, status Tepian Sungai Segah dipastikan aman untuk dilintasi kendaraan. Bahkan, volume penambahan penurunan badan jalan hingga kini tidak terlihat. “Kami juga melihat dari turap dalam kondisi baik, tidak ada terjadi dorongan keluar. Tapi, kami terus memantau kondisi jalan di sana,” terangnya. Jimmy memprediksi, terjadinya keretakan pada Jalan Ahmad Yani, disebabkan pergeseran dan penurunah tanah yang disebabkan beberapa faktor. Seperti beban kendaraan atau resapan air hujan maupun limbah air rumah tangga mempengaruhi kepadatan tanah. “Kalau arus sungai yang mengikis tanah, saya rasa tidak berdampak besar. Karena lokasi di sana kami pasang turap dan lokasinya cukup jauh dari penurunan tanah, jaraknya sekitar 7 meter,” terangnya. “Tapi, masalah terdapat pada resapan air hujan maupun limbah yang mempengaruhi kepadatan tanah,” tandansnya.(*/jun/app)
Amblesnya Jalan Kembali Menghantui
Rabu 25-12-2019,14:45 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 23 September 2026, BMKG Terbitkan Peringatan Dini!
Rabu 23-09-2026,10:31 WIB
Penyelam Temukan Banyak Penumpang Terjebak di Kamar KM Virgo Transport 8
Rabu 23-09-2026,11:02 WIB
Kebakaran di Permukiman Padat Balikpapan Tengah, Saksi Dengar Ledakan, Api Langsung Besar
Rabu 23-09-2026,08:00 WIB
Dinkes Kaltim Siagakan 188 Puskesmas Hadapi Kabut Asap Karhutla
Rabu 23-09-2026,07:00 WIB
Kualitas Udara Memburuk, Seluruh Sekolah di Mahulu Kembali Belajar dari Rumah
Terkini
Rabu 23-09-2026,22:40 WIB
Istri Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berharap Pencarian Dilakukan Usai Jenazah ABK Ditemukan
Rabu 23-09-2026,22:00 WIB
Update Klasemen Medali Asian Games 2026: Belum Raih Emas, Indonesia Peringkat ke-23
Rabu 23-09-2026,21:31 WIB
Kemarau Melanda, Warga Kaliorang Kutim Rogoh Rp1 Juta Sebulan untuk Beli Air
Rabu 23-09-2026,21:00 WIB
Hadir Sebagai Narasumber, DPMD Kukar Kenalkan Karier di Pemerintahan kepada Mahasiswa
Rabu 23-09-2026,20:30 WIB