Akhmad Reza Pahlevi (kiri) dan Sutomo Jabir (kanan) menyoroti penyaluran CSR di Kaltim. (istimewa) Samarinda, DiswayKaltim.com – Komisi II DPRD Kaltim mempertanyakan kewajiban sosial Corporate Social Responsibility (CSR) oleh sejumlah perusahaan. Terutama peruntukannya bagi masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir mempertanyakan peruntukan dana CSR. Peruntukannya mestinya buat masyarakat jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Tentu perlu kita pertanyakan, jangan sampai CSR dijadikan ladang bisnis oknum yang tidak jelas,” tegas Sutomo, Sabtu (30/11/2019). Sutomo Jabir mengaku pernah menerima keluhan dari masyarakat. Dimana terdapat beberapa perusahaan yang ada di Kutim disebut memainkan dana CSR. Sehingga peruntukannya menjadi tidak jelas. Bahkan tak tepat sasaran. “Saya mendapat keluhan dari konsituen saya bahwa telah terjadi manipulasi dana CSR, masa ketua CSR nya humas dari perusahaan. Ini kan tidak bagus, seolah-olah CSR itu tidak ingin dikeluarkan oleh perusahaan,” ungkap Sutomo tanpa menyebut nama perusahaan itu. Menurutnya keberadaan sejumlah perusahaan yang ada di Kutim khususnya Kecamatan Kaubun perlu dipertanyakan. Kemana peruntukkannya. Selain itu Sutomo juga menegaskan, Komisi II akan memanggil perusahaan yang dianggap belum menyelesaikan atau tidak patuh terhadap pengelolaan CSR. “Saya jamin, kami akan panggil tunggu saja waktunya,” sebut Sutomo Jabir. Senada, Anggota Komisi II DPRD Kaltim lainnya Akhmad Reza Pahlevi juga ikut menyorot. Menurutnya regulasi yang mengatur dana CSR di Kaltim belum berjalan baik. “Harus segera dibuat bila belum ada. Kalau sudah ada pastikan regulasi tersebut berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat lingkar perusahaan,” Jelas Reza. Bahkan Politisi Gerindra ini mengungkapkan hal sama. Ia sempat menerima informasi dari konsituen bahwa beberapa pihak perusahaan enggan transparan dalam penyaluran dana CSR. “Siapa pun mengetahui jumlah perusahaan yang ada di Kukar, tapi realitanya seperti apa. Masyarakat seperti dikebiri hak-haknya ditambah lagi CSR tidak transparan,” tegasnya. (adv/mic/boy)
Program CSR Dianggap Tidak Transparan, Komisi II Minta Regulasi Tegas
Sabtu 30-11-2019,14:56 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-02-2026,14:16 WIB
Perusahaan Sepakat Perbaiki Jalan Bentian Besar Kutai Barat
Sabtu 21-02-2026,15:01 WIB
Pemkab Paser Mulai Terapkan Manajemen Talenta untuk Mengisi 3 Jabatan Eselon II
Sabtu 21-02-2026,12:49 WIB
Pantai Tanpa Laut di Jempang, Pesona Unik Pulau Kelapa
Sabtu 21-02-2026,21:29 WIB
Novel Samuel di Wattpad Diadaptasi ke Layar Kaca, Fadi dan Saskia Akui Tertekan Perankan Tokoh
Sabtu 21-02-2026,16:56 WIB
Bubur Peca "Obat panjang Umur" Jadi Magnet Warga hingga Luar Kota
Terkini
Minggu 22-02-2026,10:50 WIB
Surat Izin Sudah Terbit, Satpol PP Samarinda Tunda Penyegelan Kafe Pesona
Minggu 22-02-2026,10:04 WIB
Langgar Aturan Jam Operasional Ramadan, Satpol PP Samarinda Bubarkan Pengunjung di Citra Niaga
Minggu 22-02-2026,09:42 WIB
Rekomendasi Buah Terbaik untuk Buka Puasa agar Gula Darah Stabil
Minggu 22-02-2026,07:39 WIB
Selalu Diserbu Warga, Sosis Solo Tetap jadi Menu Favorit di Pasar Ramadan Ruko Bandar Kota Balikpapan
Minggu 22-02-2026,06:53 WIB