Nomorsatukaltim.com – Sejauh ini Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap sebanyak 17 buronan tersangka rasuah dari total 21 orang. Lembaga antirasuah ini menegaskan bakal terus mengejar keberadaan sisa buronan lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang. Sampai saat ini masih ada empat buronan yang belum tertangkap, yaitu penyuap eks Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Harun Masiku. Ia menjadi buronan sejak tahun 2020. Selanjutnya, Kirana Kotama yang menjadi buronan sejak 2017; tersangka dugaan korupsi pengadaan e-KTP Paulus Tanos; serta tersangka dugaan suap dan gratifikasi Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak. "KPK terus berupaya mengejar dan menangkap empat DPO lainnya," papar Ketua KPK, Firli Bahuri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/1/2023). Firli memastikan, KPK terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait di dalam maupun luar negeri untuk mencari keempat buronan koruptor itu. “Persembunyian para tersangka tidak hanya di wilayah NKRI saja, tapi sangat terbuka kemungkinan mereka mengakses wilayah di luar kewenangan yuridiksi Indonesia. Karena korupsi adalah salah satu transnational organized crime,” jelasnya. Sehingga, lanjut Firlu, dalam beberapa perkara yang ditangani KPK tidak hanya pelaku, namun juga aset-aset hasil tindak pidana korupsi pun seringkali disembunyikan di luar negeri. Karena itu, KPK meminta dukungan dan peran masyarakat untuk menemukan empat buronan tersebut. Bagi warga yang mengetahui keberadaan empat DPO itu dapat menyampaikannya kepada KPK atau penegak hukum terdekat, agar informasi itu dapat segera ditindaklanjuti. "Komitmen dan upaya bersama ini menjadi langkah nyata dan andil kita dalam semangat memberantas korupsi," tutur Firli. Jejak Harun Maksiku Harun Masiku, tersangka suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan resmi menjadi buronan internasional, terhitung sejak 30 Juli 2021. Hal itu diumumkan KPK usai mendapat informasi dari Interpol yang telah menerbitkan red notice untuk Harun Masiku. KPK menetapkan Harun sebagai tersangka pemberi suap pada Januari 2020. Suap diberikan agar Wahyu memudahkan langkah politikus PDIP itu bisa melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR jalur PAW. Perburuan terhadap Harun bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan ihwal perkara ini pada 8 Januari 2020. Dalam operasi senyap itu, Tim KPK menangkap delapan orang dan menetapkan empat sebagai tersangka. Para tersangka itu Harun Masiku, eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, eks Anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina, dan kader PDIP Saeful Bahri. Namun buronan koruptor itu sudah menghilang sejak OTT itu berlangsung. Tim penyidik KPK terakhir kali mendeteksi keberadaan Harun di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Tim gagal menangkap karena diduga ditahan oleh sejumlah anggota kepolisian. Selanjutnya, Kementerian Hukum dan HAM serta KPK meyakini Harun ada di Singapura sejak sehari sebelum operasi tangkap tangan digelar. Otoritas menyebut Harun belum kembali ke Indonesia. Tapi sampai saat ini keberadaannya masih misterius. (*/Rol)
KPK Buru Empat Buronan Koruptor
Sabtu 28-01-2023,16:56 WIB
Reporter : Rudi Agung
Editor : Rudi Agung
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 16-03-2026,23:33 WIB
Sudah Terjawab, Niken Anjani Jadi Pemeran Ancika di Film Dilan ITB 1997
Senin 16-03-2026,22:45 WIB
Pengakuan IRT di Balikpapan Usai Nekat Tikam Tetangga: Sakit Hati Dituduh Menyantet
Senin 16-03-2026,21:26 WIB
Polresta Samarinda Ungkap 79 Kasus Kejahatan dalam Operasi Pekat Mahakam 2026
Senin 16-03-2026,22:20 WIB
Drone Iran Serang Bandara Internasional Dubai dan Fasilitas Minyak UEA
Selasa 17-03-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 17 Maret 2026, Cek di Sini!
Terkini
Selasa 17-03-2026,20:30 WIB
Jelang Arus Mudik Lebaran, Polresta Samarinda Petakan Titik Rawan Kepadatan Kendaraan di Sejumlah Daerah
Selasa 17-03-2026,20:00 WIB
Cadangan Daya 171,8 MW Disiapkan, Ini Peta Kesiapan Listrik Kaltim–Kaltara Saat Lebaran 2026
Selasa 17-03-2026,19:37 WIB
Peresmian Bandara Ujoh Bilang Mahulu Ditunda, Perizinan di Kemenhub Masih Berporses
Selasa 17-03-2026,19:08 WIB
Suspek Campak di Kutim Tembus 105 Kasus, Cakupan Imunisasi Ditingkatkan
Selasa 17-03-2026,18:31 WIB