Sejumlah karyawan mengamati layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama. Jakarta, DiswayKaltim.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup menguat ditopang surplus neraca perdagangan Oktober 2019 sebesar 161,3 juta dolar AS. IHSG Jumat (15/11) sore ditutup menguat 29,4 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.128,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,79 poin atau 1,12 persen menjadi 975,37. "Upaya pemerintah yang terus berkomitmen untuk menjaga tingkat stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan, sangat diapresiasi oleh para pelaku pasar. Buktinya, neraca perdagangan RI per Oktober 2019 mengalami surplus sebesar 160 juta dolar AS," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Jumat. Dari eksternal, meredanya tensi perang dagang AS-China merupakan sentimen positif dari global bersamaan dengan penjualan ritel AS yang juga diproyeksikan membaik. Dibuka menguat, IHSG relatif nyaman berada di zona hijau hampir sepanjang hari hingga penutupan perdagangan saham. Saat penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli asing bersih atau net foreign buy sebesar Rp 64,74 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 441.913 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,34 miliar lembar saham senilai Rp 6,01 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 219 saham menurun, dan 136 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 161,7 poin atau 0,7 persen ke 23.303,3, indeks Hang Seng menguat 3 poin atau 0,01 persen ke 26.326,67, dan indeks Straits Times menguat 2,34 poin atau 0,07 persen ke posisi 3.234,19. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ditutup menguat terbawa neraca perdagangan Oktober 2019 yang surplus 161,3 juta dolar AS. RUPIAH MENGUAT Rupiah juga ditutup menguat 11 poin atau 0,08 persen menjadi Rp 14.077 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.088 per dolar AS. "Neraca perdagangan Oktober ekspektasinya defisit, ternyata datanya jauh lebih baik dari ekspektasi," kata analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto. Sementara itu, dari eksternal, sebagian besar masih bersifat negatif terutama terkait tarik ulur kesepakatan dagang AS dan China. "Sentimen negatif dari eksternal antara lain ketidakjelasan negosiasi dagang AS Tiongkok dan terus melemahnya data-data ekonomi China," kata Rully. Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 14.060 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.060 per dolar AS hingga Rp 14.077 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.069 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.098 per dolar AS. (an/eny)
IHSG dan Rupiah Akhir Pekan Menguat
Jumat 15-11-2019,19:35 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-02-2026,21:11 WIB
RSUD Aji Muhammad Idris Butuh 364 Nakes, Pemkab Kukar Ajukan Skema Outsourcing
Jumat 27-02-2026,22:08 WIB
Penunjang Mobilitas di Kaltim, Hamas Tegaskan Mobil DPRD Rp6,8 Miliar untuk AKD Bukan Kepentingan Pribadi
Sabtu 28-02-2026,07:00 WIB
Sejarah Baru! Mario Aji dan Veda Pratama Kompak Lolos Q2 Moto2 dan Moto3 Thailand 2026
Jumat 27-02-2026,21:35 WIB
Di-blacklist Pemerintah, Ini 4 Nasib Dwi Sasetyaningtyas Penerima Beasiswa LPDP Itu
Sabtu 28-02-2026,08:35 WIB
AJI: Perjanjian Dagang Prabowo–AS Bisa “Bunuh” Pers Indonesia
Terkini
Sabtu 28-02-2026,19:01 WIB
Kebutuhan Guru dan Dokter di Balikpapan Meningkat, Wawali: Tambah ASN Harus Lewat Jalur Resmi
Sabtu 28-02-2026,18:28 WIB
2 SPBN di Paser Belum Menjangkau Kebutuhan 3.000 Nelayan
Sabtu 28-02-2026,17:39 WIB
Pedro Acosta Tercepat di Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez Kalah Duel di Lap Akhir
Sabtu 28-02-2026,16:57 WIB
Kasus Hibah Penanaman Mangrove 2021 Naik ke Penyidikan, Polisi Tunggu Audit BPKP
Sabtu 28-02-2026,15:57 WIB