Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie berfoto bersama dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (14/11) sore. (humas) JAKARTA, DISWAY - Investasi strategis di luar sektor minyak dan gas bumi yang menjadi prioritas adalah kawasan industri (KI) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Kaltara. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kepada Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie yang menemuinya di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Kamis (14/11) sore. Menurut Irianto, ada 14 proyek investasi yang masuk dalam daftar, termasuk 2 proyek strategis di Kaltara. Proyek dengan nilai investasi USD 20,0 miliar tersebut (sesuai data Kemenko Maritim), dinilai akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Menko Maritim berharap beberapa isu utama investasi di daerah harus dituntaskan. Yakni, isu kesesuaian tata ruang, konsistensi aturan, dan ketersediaan lahan," jelasnya. Untuk menuntaskan permasalahan itu, daerah yang menjadi sasaran investasi harus mampu menunjukkan bahwa daerah tersebut terbuka untuk bisnis dan investasi. Selain itu, pelayanan yang diberikan kepada investasi harus transparan dan dapat dipercaya. "Aturan yang dibuat juga harus konsisten dan dapat diprediksi. Dan, aturan yang dibuat tidak kontradiksi dengan aturan pusat atau kebijakan presiden," urai Irianto. Untuk itu, gubernur memastikan tiga isu utama investasi akan menjadi perhatian serius Pemprov Kaltara. "Sedianya, kesesuaian tata ruang, aturan dan lahan secara perlahan diatasi permasalahannya sesuai kewenangan yang ada. Termasuk berkoordinasi dan berkomunikasi untuk mensinergikan kinerja antara pusat dan daerah," ungkapnya. Sementara itu, informasi dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahrul Lahadalia, hingga tahun ini ada 21 proyek dengan potensi realisasi investasi mencapai Rp 707,1 triliun mengalami kendala. Ini terdiri dari 17 proyek senilai Rp 480,6 triliun yang potensi realisasinya sedang difasilitasi BKPM. Sisanya adalah 4 mega proyek senilai Rp 226,5 triliun. "Menurut BKPM, permasalahan utama dalam realisasi investasi adalah lahan dan regulasi daerah. Kalau rencana investasi di Kaltara, termasuk dalam 8 proyek yang terkendala dengan rekomendasi dan izin teknis. Dari 8 proyek itu, nilai investasinya mencapai Rp 190,2 triliun," urai Irianto seperti dirilis Humas Pemprov Kaltara. Mengingat hal tersebut, maka BKPM merekomendasikan beberapa hal untuk meningkatkan kelancaran eksekusi investasi besar di daerah. Yaitu, dilakukannya inventarisasi dan revisi regulasi daerah yang menghambat investasi, pelayanan prima dengan memberikan "karpet merah" bagi investor besar, dan pemasangan atau matchmaking investor dengan pengusaha lokal yang difasilitasi pemerintah daerah. "Semua rekomendasi BKPM ini akan dilecut lagi oleh Pemprov Kaltara," pungkas Irianto. (*)
Kawasan Industri dan PLTA Krayan Prioritas
Jumat 15-11-2019,15:28 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 29 Juli 2026, BMKG Keluarkan Peringatan Dini!
Rabu 29-07-2026,09:00 WIB
Indonesia dan Hong Kong Bersiap Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Rabu 29-07-2026,07:01 WIB
DPRD Kaltim Agendakan Kembali Pembahasan Hak Angket awal Agustus 2026
Rabu 29-07-2026,08:01 WIB
Gempa M 7,1 Guncang Jepang: Mal Ambruk di Kumamoto, Puluhan Orang Terjebak
Rabu 29-07-2026,12:50 WIB
Belajar dari Selat Malaka, Oman Sampaikan Proposal ke Iran untuk Mengelola Bersama Selat Hormuz
Terkini
Rabu 29-07-2026,21:06 WIB
Pemkab Mahulu Mulai Genjot Pembangunan Sektor Pariwisata, Salah Satunya Kawasan Batoq Tenevang
Rabu 29-07-2026,19:02 WIB
Wawali Balikpapan: Petani Di Sini Berpeluang 3 Kali Panen Setahun
Rabu 29-07-2026,18:31 WIB
Kejari Berau Lelang Dua Aset Hasil Kasus Korupsi, Berupa Tanah Serta Ruko di Kompleks Pasar SAD
Rabu 29-07-2026,18:00 WIB
Batik Mosho Terus Berkembang, PT Berau Coal Konsisten Beri Pendampingan Berkelanjutan untuk UMKM
Rabu 29-07-2026,17:52 WIB