Jakarta, DiswayKaltim.com - Wilayah Kabupaten Pacitan dan sekitarnya diguncang gempa bumi magnitudo 3,1, Kamis (7/11) malam. Ini membuktikan bahwa Sesar Grindulu masih aktif. "Melihat lokasi episenternya diduga kuat bahwa pembangkit gempa ini adalah Sesar Grindulu. Sesar ini terbentuk pada zaman kwarter yang berorientasi timur laut-barat daya," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya yang diterima, Jumat. Mekanisme sumber gempa ini adalah sesar geser (strike slip) dengan arah timur laut-barat daya. Ini sesuai dengan karakteristik Sesar Grindulu yang memang merupakan sesar geser. Dalam beberapa literatur hasil kajian, jalur Sesar Grindulu melintasi lima kecamatan, yakni Kecamatan Bandar, Nawangan, Unung, Arjosari, serta Donorojo. Sesar mayor sendiri memiliki sesar-sesar minor yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Beberapa ahli menduga Sesar Grindulu yang membelah Kabupaten Pacitan ini strukturnya mencapai lereng Gunung Wilis di Kabupaten Ponorogo. Hasil monitoring BMKG hingga Jumat (8/11) pukul 08.00 WIB, belum ada aktivitas gempa susulan. Selain itu belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut. Meskipun gempa tidak terlalu berdampak, tetapi gempa dengan pusat di daratan Pacitan menjadi bukti penanda bahwa struktur Sesar Grindulu masih aktif, sehingga patut untuk diwaspadai. "Sayangnya, seluruh jalur sesar ini belum dipetakan secara rinci, sehingga dengan kejadian gempa tadi malam penting tampaknya menjadi momen untuk melakukan identifikasi Sesar Grindulu secara lebih komprehensif," katanya. Jika perlu ada kajian sejarah kegempaan purba (paleoseismologi) yang terekam dalam lapisan batuan yang berusia ribuan tahun. Sepanjang Sungai Grindulu yang dapat membantu memberikan petunjuk mengungkap periodisitas gempa kuat yang pernah terjadi. Dipiscu struktur sesar ini, pada masa lalu. Kajian perlu dilakukan agar tidak terjadi lagi seperti Sesar Opak di Yogyakarta. Ternyata aktif kembali memicu peristiwa gempa besar pada 27 Mei 2006. Wilayah Kabupaten Pacitan memang termasuk salah satu kawasan paling rawan gempa tektonik di Jawa Timur. Pacitan masuk kategori risiko tinggi karena berhadapan dengan zona Megathrust selatan Jawa. Juga terletak di jalur Sesar Grindulu. Sehingga penting dilakukan kajian bahaya dan risiko gempa di wilayah tersebut, ujarnya. (an/dah)
Gempa di Pacitan, Bukti Sesar Grindulu Masih Aktif
Jumat 08-11-2019,11:16 WIB
Reporter : Devi Alamsyah
Editor : Devi Alamsyah
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 02-03-2026,21:01 WIB
SMAN 1 Balikpapan Wakili Kalimantan di Turnamen Basket Nasional Rajawali Cup 2026
Senin 02-03-2026,19:12 WIB
CV Afisera Beberkan Kronologi Pengadaan hingga Pengembalian Mobil Dinas Gubernur Kaltim Senilai Rp8,5 Miliar
Senin 02-03-2026,19:38 WIB
Pemkab Kutim Klarifikasi Isu Ambulans Rp9 Miliar: Ada Kesalahan Input, Anggaran Bukan untuk 1 Unit
Senin 02-03-2026,20:16 WIB
Nelayan Muara Jawa Kukar Hilang di Sungai Tamapole, Perahunya Tenggelam Akibat Cuaca Buruk
Senin 02-03-2026,19:51 WIB
Eskalasi Militer Meningkat, 2.228 WNI dan WNA Batal Berangkat ke Timur Tengah
Terkini
Selasa 03-03-2026,18:29 WIB
Bontang Mulai Tarik Retribusi Destinasi Wisata, Tahun 2026 Targetkan Rp100 Juta untuk PAD
Selasa 03-03-2026,17:46 WIB
Nelayan Muara Jawa yang Dilaporkan Hilang di Sungai Tamapole Ditemukan Meninggal Dunia
Selasa 03-03-2026,16:12 WIB
PKB Kaltim Nyatakan Tak Lagi Dukung Rudy-Seno di Pilgub 2029
Selasa 03-03-2026,15:03 WIB
Satlantas Polres PPU Mulai Berlakukan ETLE Handheld, Berani Abai Ini Konsekuensinya
Selasa 03-03-2026,14:26 WIB