Fery Kombong TANJUNG REDEB, DISWAY – Dilema yang dihadapi pengusaha atas kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen, di tengah lesunya ekonomi global menarik perhatian Ketua Komisi I DPRD Berau, Fery Kombong. Fery mengatakan, sangat wajar pemerintah terus menaikkan UMK, mengingat aspek Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Bumi Batiwakkal yang terus meningkat tiap tahunnya. Jika dibandingkan kenaikan UMK, sejatinya belum seimbang atau beriringan dengan kebutuhan masyarakat. “Kita ketahui sendiri, di Berau kebutuhan pokok sangat mahal,” jelasnya saat diwawancarai melalui telepon seluler oleh DiswayBerau, Rabu (6/11). Lanjut politisi Partai Gerindra ini, kenaikan UMK selalu menjadi polemik tiap tahunnya. Pemerintah selalu dihadapkan pada kedua kepentingan yang berbeda, yakni pekerja sebagai penerima dan pengusaha sebagai pemberi upah. Makanya, pemerintah harus memberikan keputusan win-win solution, artinya tidak merugikan salah satu pihak. Pekerja sebagai penerima upah harus bisa meningkatkan kesejahteraan, sedangkan perusahaan sebagai penerima upah harus tetap bisa menjalankan roda usahanya. “Makanya pemerintah perlu memberi kebijakan dan solusi dari persoalan ini,” imbuhnya. Selain itu, pengusaha menjadi sangat terbebani dengan kenaikan UMK, serta dibebankan kenaikan BPJS 4,61 persen di tengah anjloknya sejumlah harga komoditas ekspor di pasar global. Seperti batu bara dan Crude Palm Oil (CPO), saat ini menjadi sumber terbesar lapangan pekerjaan dan pendapatan daerah. “Kita ketahui sendiri, daerah sedang menghadapi lesunya ekonomi dan tidak bisa diprediksi sampai kapan. Aspek ini juga perlu menjadi perhatian atau pertimbangan,” ucapnya. Menurutnya, keputusan untuk mewajibkan perusahaan menerapkan upah sesuai UMK, perlu dipikirkan matang-matang oleh pemerintah. Jika dipaksakan, persoalan ini justru menjadi bumerang bagi masyarakat sebagai penerima upah itu sendiri. Bahkan pemerintah akan menerima dampak dari sisi pendapatan daerah. Sebab, jika penerapan upah sesuai UMK wajib diberlakukan, besar kemungkinan perusahaan akan melakukan efisiensi atau pemangkasan karyawan agar tidak merugi. “Dampak terbesarnya lagi, perusahaan bisa kolaps. Tentu jumlah pengangguran akan membanjiri Berau. Karena pengusaha juga punya pilihan, tutup atau PHK. Karena tidak ada pengusaha yang ingin rugi,” tuturnya. Sehingga, perlu dilakukan kebijakan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Nomor: KEP-231/MEN/2003. “Karena kita semua mengharapkan, masyarakat sejahtera dan investasi perusahaan tetap berjalan. Tidak ada yang dirugikan di situasi ekonomi sulit saat ini,” harapnya. Namun tidak dipungkiri, kata Fery, pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat. ”Apapun namanya, masyarakat harus diutamakan. Tinggal bagaimana pemerintah bisa mendorong para pengusaha untuk meningkatkan keuntungan di saat dia harus memberikan upah yang lebih besar kepada karyawannya,” tandasnya.(*/JUN/APP
Tutup atau PHK
Kamis 07-11-2019,14:24 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 31-05-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 31 Mei 2026, Cek di Sini!
Minggu 31-05-2026,10:15 WIB
Diduga Terjadi Klaim Ganda, Konsumen Gugat Pengembang Grand City Balikpapan Senilai Rp3,2 Miliar
Minggu 31-05-2026,14:36 WIB
Perusahaan Tambang di Berau Mulai Lakukan PHK, Disnakertrans Prediksi Berlangsung Hingga Agustus
Minggu 31-05-2026,12:01 WIB
Warna Pintu Depan Rumah yang Sebaiknya Dihindari dan Pilihan Terbaik untuk Mempercantik Fasad Hunian
Minggu 31-05-2026,08:02 WIB
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Terkini
Minggu 31-05-2026,22:50 WIB
Hasil MotoGP Italia 2026: Bezzecchi Tercepat, Jorge Martin Podium Kedua
Minggu 31-05-2026,22:26 WIB
DPRD Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Sawit yang Abaikan Hak Petani Plasma
Minggu 31-05-2026,22:00 WIB
Kaltim Hasilkan Ratusan Ribu Ton Sampah Tiap Tahun, Baru 17 Persen yang Berhasil Diolah
Minggu 31-05-2026,21:35 WIB
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
Minggu 31-05-2026,21:30 WIB