KUTAI KARTANEGARA, nomorsatukaltim.com – Penemuan bangkai Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) terus terjadi. Dalam sepekan terakhir saja, dua ekor hewan endemik Kalimantan Timur itu ditemukan mati. Ini menjadi kematian kedelapan, pada rentang waktu 2021 hingga pekan kedua November 2021. Peneliti Pesut Mahakam, Danielle Kreb, menyatakan belum mengetahui penyebab kematian terbaru ikon Benua Etam itu. “Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium BKSDA,” kata Founder Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) kepada Disway Kaltim. Teranyar, bangkai pesut ditemukan sekelompok nelayan di Dusun Kuyung, Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis, Senin (8/11) pagi. Diperkirakan Pesut Mahakam tersebut sudah memasuki dewasa cenderung tua. Dengan melihat bentuk tubuh Pesut Mahakam tersebut yang besar. Diperkirakan sepanjang 2,2 meter. Selain itu, diperkirakan pesut tersebut sudah berusia sekitar 30-an tahun. Dengan kondisi gigi yang sudah tidak ada. Tinggal gusi. Berdasarkan keterangan dari saksi atau nelayan yang melakukan evakuasi hewan yang diperkirakan hampir punah tersebut. Jika pertama kali mereka melihat jasad hewan tersebut mengapung. Namun saat dilakukan evakuasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penyebab kematian. Seperti luka ataupun memar. Biasanyam mamalia itu ditemukan dengan kondisi luka, ataupun tersangkut di jaring milik nelayan sekitar. Selain itu, kondisi fisik pesut saat ditemukan pun masih dalam keadaan baik. Sehingga diperkirakan baru saja mati. Ditandai dengan kulit pesut yang belum mengelupas dan membusuk. Dikarenakan tidak ditemukan luka ataupun lainnya. Baik RASI maupun tim dari BKSDA Kaltim melakukan tindakan nekropsi pada tubuh hewan malang tersebut. Mengambil sampel sebagian tubuhnya, dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium milik BKSDA Kaltim. "Belum ada kepastiannya saat ini penyebab kematian, masih menunggu hasil laboratorium," ujar Danielle Kreb saat dihubungi, Selasa (9/11). Setidaknya, perlu waktu hingga 2 pekan ke untuk mendapatkan hasil laboratorium yang dilakukan. Untuk itu, dugaan sementara, kemungkinan penyebab kematian Pesut Mahakam tersebut karena sudah termakan usia. Total hingga saat ini, sudah delapan ekor pesut mati di perairan Kukar. Diantaranya 3 Pesut Mahakam berusia bayi, 5 ekor sisanya dengan usia dewasa. Untuk bangkai pesut malang, dikatakan oleh Danielle langsung dikubur oleh tim RASI dan BKSDA Kaltim di Desa Sangkuliman. Pasca dilakukan nekropsi. Bersama bangkai-bangkai Pesut Mahakam yang mati sepanjang 2021 ini. "Langsung dikuburkan di Desa Sangkuliman, dengan pesut lainnya yang mati sebelumnya," tutup Danielle. *MRF
Pesut Mahakam Terus Berguguran
Rabu 10-11-2021,09:57 WIB
Reporter : Yoyok Setiyono
Editor : Yoyok Setiyono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 09-06-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 9 Juni 2026, BMKG Keluarkan Peringatan Dini!
Senin 08-06-2026,16:02 WIB
Insiden di KPC Diinvestigasi Langsung Tim dari Jakarta, Inspektur Tambang Kaltim Tak Dilibatkan
Senin 08-06-2026,15:31 WIB
Fabio Lefundes Berpisah dengan Borneo FC, Siapa Calon Penggantinya?
Senin 08-06-2026,15:08 WIB
Tak Menyesal, Penjelasan Berbelit-belit, Terdakwa Pembunuhan di Balikpapan Dituntut 18 Tahun Penjara
Senin 08-06-2026,17:03 WIB
Soroti Fatality di Lokasi Tambang, Yusuf Silambi Sebut Perusahaan juga Perlu Berelaborasi dengan Alam
Terkini
Selasa 09-06-2026,14:32 WIB
Istri Polisi Tipu Nasabah Prioritas BPD Kaltimtara Bontang, Totalnya Miliaran
Selasa 09-06-2026,14:01 WIB
Rudy Mas'ud Mengeluh ke DPR RI: TKD Dipangkas Rp 25 T, Pemberian Lambat, Pembangunan jadi Terhambat
Selasa 09-06-2026,13:32 WIB
DPRD Paser Harap PWI Makin Berkontribusi Sajikan Informasi Akurat
Selasa 09-06-2026,12:59 WIB
Pemkot Balikpapan Berupaya Ambil Alih Fasilitas Publik di Borneo Paradiso
Selasa 09-06-2026,12:31 WIB