Abnan Pancasilawati. (istimewa) Samarinda, DiswayKaltim.com – Pengelolaan zakat sudah saatnya diaudit. Agar lebih profesional. Sehingga dana zakat tersalurkan secara maksimal. Dana zakat yang terhimpun pun selalu besar. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Samarinda diantaranya. Mampu mengumpulkan Rp 3,5 miliar hasil zakat pada 2018. Berupa zakat mal, infak, sedekah, dan zakat fitri. Namun pengelolaan dan penyalurannya dinilai belum efektif. Hal ini dikatakan akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda Abnan Pancasilawati. Katanya upaya Baznas mengentaskan kemiskinan lewat dana zakat kerap terhambat. Sebagai contoh zakat dalam bentuk usaha produktif sering tidak berhasil. Misalnya, tambak ikan, peternakan bahkan jenis usaha lain. Jika dipersentase, hanya sekitar 50 persen yang sesuai target. “Memang dana itu tersalurkan. Hasilnya belum maksimal. Kalau saya bilang, belum efektif. Karena belum didukung SDM Baznas. Mereka kekurangan pengetahuan dalam mengelola dana zakat,” ujarnya kepada diswaykaltim.com, Selasa (22/10/2019). Abnan menyarankan diperlukan SDM yang mumpuni. Guna mengelola dana umat tersebut. Tidak lagi menggunakan cara lama. Hanya berbekal rekomendasi dari pihak tertentu. “Harus mencari SDM yang memang bisa mengelola dana zakat. Sesuai amanah masyarakat,” sarannya. Pengelolaan zakat juga tak boleh lepas dari pengawasan lembaga eksternal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Agama, dan tim Audit Internal sudah terlibat. Untuk mengawasi penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran zakat. “Tidak ada lagi istilah main-main. Aturannya juga sudah jelas. Peraturan perundang-undangan, peraturan Baznas, dan lain sebagainya. Ada sanksi pidana bagi pengelola zakat yang tidak amanah,” tegasnya. Bahkan tahun depan OJK mulai melakukan pengawasan dan audit. Baznas di seluruh kabupaten/kota mesti diaudit oleh akuntan publik. Saran lainnya, penerima zakat perlu dievaluasi. Agar efektif mengentaskan kemiskinan dan menyelesaikan masalah umat. Sesuai tujuan penyaluran zakat. “Sudah ada lembaganya yang mengkaji itu. Sejauh mana penggunaan dana zakat itu. Di provinsi, ada forum penelitian dari pemberdayaan dana zakat. Itu yang harus dimaksimalkan,” imbuhnya. (qn/boy) Baca juga : Baru Wacana, Tidak Ada Pungutan Zakat untuk PNS
Pengelolaan Zakat Perlu Diaudit, OJK Bakal Turun Tangan
Selasa 22-10-2019,19:34 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 17 Maret 2026, Cek di Sini!
Selasa 17-03-2026,09:00 WIB
DPRD Kaltim Akan Evaluasi Anggaran Tim Ahli Gubernur
Selasa 17-03-2026,08:00 WIB
Terminal Samarinda Seberang Siapkan 67 Bus Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Selasa 17-03-2026,08:30 WIB
Polres Kutim Pastikan Layanan 110 Siaga 24 Jam Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Selasa 17-03-2026,09:30 WIB
Polres PPU Fasilitasi Penitipan Kendaraan Gratis, Warga Bisa Mudik Tanpa Khawatir
Terkini
Selasa 17-03-2026,22:49 WIB
Alokasi Anggaran Pendidikan untuk MBG Digugat ke MK, CALS Mengajukan Diri sebagai Pihak Terkait
Selasa 17-03-2026,22:32 WIB
Kepala BGN Sebut Akan Efisiensi Anggaran MBG, Tutup Celah Penyalahgunaan
Selasa 17-03-2026,22:06 WIB
Pastikan Pelayanan Kesehatan Selama Lebaran 2026 Berjalan Aman, Dinkes Samarinda Siagakan 6 Puskesmas
Selasa 17-03-2026,21:43 WIB
Buka Bersama Jurnalis, Bupati Kukar: Media Bagian Penting dari Pembangunan
Selasa 17-03-2026,21:28 WIB