TANJUNG SELOR, DISWAY – Pernyataan Wali Kota Tarakan Khairul bahwa di daerah yang dipimpinnya ditemukan klaster pilkada penyebaran COVID-19, mendapat reaksi dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara, Suryanata Al Islami. Suryanata pun mempertanyakan kebenaran adanya warga Tarakan yang terkonfirmasi COVID-19, karena terpapar dari kegiatan yang dilakukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltara. Karena menurutnya, pada rakor nasional bersama Menkopolhukam dan Kepala BNPB. Yang juga diikuti pihaknya, Kaltara menjadi salah satu daerah yang penyebaran COVID-19 menurun selama pelaksanaan proses pilkada ini. “Statemen (Wali Kota Tarakan, Red) di media waktu itu, yang menyebut ada klaster baru, apakah selama ini Tarakan tidak melaporkan ke provinsi, atau bagaimana? Sebab, hasil konfirmasi kami kepada Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi, tidak ada laporan terjadinya klaster pilkada seperti yang diutarakan Wali Kota Tarakan,” ujar Suryanata, Selasa (10/11). Ia juga mengatakan, seharusnya Wali Kota Tarakan tidak terburu-buru dalam mengeluarkan pernyataan, terkait adanya warga yang terkonfirmasi, yang dikaitkan dengan kegiatan pada tahapan pilkada. Karena menurut Suryanata, bisa saja warga yang terkonfirmasi itu, usai menghadiri kegiatan lain, lalu mengikuti kampanye dan kemudian sakit. Pihaknya pun tidak mendapat informasi yang utuh dari Wali Kota Tarakan. Terkait lokasi dan waktu ditemukan klister pilkada. “Jika tanpa penjelasan yang mendalam, ini akan berakibat menurunya partisipasi pemilih. Karena khawatir terjadi penularan virus Corona. Padahal, penyelenggara sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai dari tahapan, kampanye sampai pencoblosan nanti,” terangnya. Mantan Ketua KPU Bulungan ini, juga menyebut bahwa KPU sebagai penyelenggara Pilkada Serentak 2020, tidak pernah main-main dengan protokol kesehatan. Protokol kesehatan terkait pelaksanaan seluruh kegiatan KPU provinsi dan kabupaten/kota, menjadi pertimbangan yang paling diutamakan. Ia mencontohkan di Kantor KPU Kaltara. Siapa pun yang akan masuk Kantor KPU, ketika tidak menggunakan masker dan menolak mencuci tangan, tidak diperbolehkan masuk. Aturan itu, bahkan berlaku juga untuk semua komisioner KPU Kaltara. Artinya, kata Suryanata, KPU sebagai penyelenggara sangat peduli dan komitmen dengan penerapan protokol kesehatan. Yang dimulai dari lingkungan KPU sendiri, lalu kepada tahapan pilkada untuk diikuti pasangan calon kepala daerah. “Pasangan calon pada saat masa kampanye hari pertama, tanggal 26 September 2020 lalu, seluruhya sudah mengikrarkan akan menerapkan protokol kesehatan di setiap tahapan yang dilakukan. Kami juga meminta aksi itu tidak hanya sebatas ikrar seremonial semata, tetapi wajib untuk dilaksanakan,” ujarnya. Bukan hanya mendorong pasangan calon untuk patuh terhadap protokol kesehatan, KPU juga mendorong para pasangan calon untuk memaksimalkan media teknologi digital dalam berkampanye. Seperti sosial media. Agar menekan penyebaran virus Corona. Dan, jumlah yang hadir di pertemuan tatap muka, juga ada pembatasan. Batas maksimal 50 orang. Jika melebihi, tidak boleh dilaksanakan. Diwartakan sebelumnya, Wali Kota Tarakan Khairul menyatakan ada ditemukan klaster pilkada. Khairul mengaku mendapat laporan dari Dinas Kesehatan Tarakan. Selain klaster pilkada, ia juga mengaku adanya klaster rumah ibadah. Karena itu, dirinya meminta menjadi perhatian semua pihak. */ZUH/REY.
KPU Menyoal
Rabu 11-11-2020,10:31 WIB
Reporter : admin3 diskal
Editor : admin3 diskal
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-04-2026,09:48 WIB
Kelompok Pemuda di Kutai Barat Kembangkan Usaha Ayam Petelur, Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar
Sabtu 18-04-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, Sabtu 18 April 2026: Sebagian Besar Wilayah Diperkirakan Berawan
Sabtu 18-04-2026,15:55 WIB
SPPG Bontang yang Sempat Disanksi, Siap Beroperasi Lagi
Sabtu 18-04-2026,10:28 WIB
Akhirnya! Harga BBM Naik Per 18 April 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.850 Per Liter
Sabtu 18-04-2026,08:15 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Perangkat Vape dapat Hantarkan Logam Berbahaya ke Paru-Paru
Terkini
Sabtu 18-04-2026,23:47 WIB
Harga BBM Non-Subsidi Terus Merangkak Naik, Permintaan Konsumen Belum Turun
Sabtu 18-04-2026,23:00 WIB
MoU Diteken, Unhas Siapkan Jalur Afirmasi untuk Warga IKN
Sabtu 18-04-2026,22:04 WIB
Atasi Krisis Air di Balikpapan, Opsi Desalinasi Air Laut Kembali Mengemuka
Sabtu 18-04-2026,21:30 WIB
Saluran Primer MT Haryono Masuk Rencana Induk Pengendalian Banjir Balikpapan
Sabtu 18-04-2026,21:01 WIB